Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Meski Dinilai Kontroversial
Teknologi RFID Bantu Paramedis
Meski Dinilai Kontroversial

Teknologi RFID Bantu Paramedis


- detikInet

Jakarta - Dengan sebuah chip yang ditanam di bawah kulit saja, orang lain dapat melacak keadaan tubuh kita. Bahkan hingga pergerakan serta perilaku kita. Berguna atau menyeramkan?Teknologi itu bernama Radio Frequency IDentification (RFID) belum banyak diketahui orang awam, namun teknologi ini dinilai berguna. Terutama di dunia kesehatan. Pencangkokan RFID pada manusia, sebetulnya sudah muncul sejak lama. Namun isu ini masih terbilang mengundang pro dan kontra selama bertahun-tahun. Warga negara sipil Amerika yang menganut paham kebebasan menganggap teknologi ini memungkinkan pihak pemerintah maupun perusahaan untuk dapat melacak pergerakan dan perilaku manusia.Bahkan beberapa penganut agama tertentu mengatakan chip tersebut sebagai salah satu sumber energi jahat yang sedianya akan mewujudkan ramalan dalam kitab akan terjadinya pengaruh setan. Tommy Thompson, mantan gubernur Wisconsin yang pernah menjabat sebagai sekretaris Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan pada masa awal Pemerintahan Bush, akan segera mendapati dirinya ditanami chip bawah kulit. Thompson yang telah menggabungkan diri dengan Organisasi Teknologi Digital Terapan mengatakan, ia bersedia membantu mempromosikan konsep teknologi RFID.Organisasi Teknologi Digital Terapan ini membawahi sebuah perusahaan yang dinamai VeriChip. VeriChip adalah spesialis label identifikasi dengan teknologi RFID yang ditanam di bawah kulit (subkutan), khusus manusia dan binatang peliharaan.Di lain pihak, kalangan advokat menyanggah, chip yang akan berisikan informasi pribadi akan membantu dunia medis dalam menentukkan jenis perawatan yang cocok bagi tiap orang.Pasalnya, chipchip dan memasukkan password untuk mengakses sistim database rahasia, tenaga paramedis dapat mengetahui rekaman historis korban kecelakaan langsung dari tempat kejadian.Dikabarkan pula, salah satu ilmuwan VeriChip mengajukan ide untuk menggunakan label RFID binatang peliharaan perusahaan untuk kemudian digunakan pada manusia. Setelah melihat susahnya para regu penyelamat menemukan orang-orang hilang pasca tragedi 11 September.Lembaga lain yang juga berniat memanfaatkan teknologi terkait adalah lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan. Keduanya kini tengah mengadakan uji coba dengan piranti yang disebut 'gelang RFID' dan pelacakan kontinu guna mengurangi tindak kekerasan yang dilakukan antar sesama tahanan."Kami semua sadar akan kebutuhan peningkatan teknologi informasi di bidang kesehatan," tutur Thompson dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir CNET News yang dikutip detikinet Selasa (19/7/2005)."Saya percaya, VeriChip sangat penting sebagai alat yang aman untuk mengakses data medis serta informasi lainnya. Saya berharap dapat segera menjalin kerjasama dengan perusahaan tersebut seiring dengan perkembangannya yang cukup pesat,"demikian ia mengakhiri.Sekilas Teknologi RFIDRFID adalah metode pengumpulan dan pengambilan data jarak jauh dengan bantuan label RFID atau lebih dikenal dengan sebutan transponder.Label RFID adalah sebuah alat kecil seperti stiker yang bisa ditempel atau digabungkan dengan sebuah produk. Di dalam sebuah label RFID terkandung komponen seperti halnya antena yang memungkinkan alat ini menerima dan merespon frekuensi radio dari RFID tranceiver. (ien/)





Hide Ads