Sabtu, 19 Mei 2018 09:14 WIB

Cerita Astronot Muslim Soal Puasa di Luar Angkasa

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Tahukah Anda bahwa pernah ada astronot muslim yang telah bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Menariknya, ia menjalani hal tersebut bertepatan dengan bulan Ramadan. Lalu, bagaimana dengan puasanya?

Dia adalah Sheikh Muszaphar Shukor seorang astronot pertama dari Malaysia. Peristiwa ini terjadi pada bulan puasa di tahun 2007 silam, di mana saat itu Ramadan jatuh di pertengahan bulan September dan Oktober.

Kala itu, pria tersebut menjadi salah satu awak dari tiga orang yang akan lepas landas menggunakan pesawat luar angkasa Soyuz milik Rusia pada 10 Oktober 2007 di Baikonur, Kazakhstan. Sementara dua awak lainnya merupakan kosmonot Rusia, yakni Fyodor Yurchikhin dan Oleg Kotov.

Artinya, jadwal peluncuran Sheikh Muszaphar tersebut tinggal dua hari lagi, sebelum memasuki Lebaran yang bagi umat Muslim hari kemenangan setelah satu bulan berpuasa.

Ketika itu pula, Sheikh Muszaphar dihadapi dilema. Sebagai orang yang beragama Islam, ia tentu ingin tetap menjalankan ibadah puasa, di sisi lain ia juga tak ingin menyia-nyiakan kesempatan sebagai warga Malaysia pertama yang pergi ke antariksa.

"Saya setuju bahwa saya seorang Muslim, saya Islam, tapi prioritas utama saya adalah lebih banyak melakukan eksperimen. Sebagai seorang Muslim, saya berharap untuk melakukan tanggung jawab saya, saya berharap bisa puasa di luar angkasa," ucapnya ketika itu dikutip dari Space, Sabtu (19/5/2018).

Urusan itu pun membuat pemerintah melalui Dewan Fatwa Nasional Malaysia turut bersuara. Disampaikan bahwa apa yang dilakukan Sheikh Muszaphar itu menjadi pengecualian untuk menunaikan ibadah puasa.

"Ketika Anda berpergian tidak ada paksaan untuk berpuasa," kata Jamaluddin Jarjis sebagai Menteri Sains Malaysia ketika itu.

Sheikh Muszaphar pun menghabiskan waktu 12 hari di ISS. Di stasiun tersebut, pria yang mendirikan perusahaan e-commerce Aladdin Street ini menjalankan berbagai percobaan di bidang kesehatan, mengingat prosesi Sheikh Muszaphar sebagai seorang dokter.

Pria kelahiran 27 Juli 1972 melakukan percoban mengenai karakteristik dan perkembangan sel-sel kanker hati dan leukimia, serta kristalisasi berbagai protein dan mikroba pada gravitasi rendah.

Sementara itu, pengiriman astronot Negeri Jiran ke ISS ini tak lepas dari bagian dari paket pembelian 18 jet tempur Sukhoi yang dibeli Malaysia dari Rusia pada 2003. Setelah itu, Malaysia mengadakan seleksi kepada 11 ribu calon astronot yang telah mendaftarkan diri. Kemudian terpilihlah Sheikh Muszaphar sebagai calon utama astronot dan Faiz Khaleed menjadi astronot cadangan.


Tonton juga video Begini Cara Mengobati Astronot yang Kena Serangan Jantung (asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed