Senin, 14 Mei 2018 07:14 WIB

Catatan dari San Francisco

Cegah Penebangan Liar dengan Mesin Pintar Google

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: Fino Yurio Kristo/detikINET Foto: Fino Yurio Kristo/detikINET
San Francisco - Topher White datang ke hutan di Indonesia tahun 2011. Ia kaget ketika suatu hari, samar-samar mendengar ada suara pohon ditebang sembarangan oleh para penebang liar.

Namun tidak ada yang bertindak karena suara itu tersamarkan banyak bunyi-bunyian lain yang bersahut-sahutan di hutan. Maka terbersitlah ide di kepala pria asal Amerika Serikat ini, untuk membuat teknologi untuk deteksi penebangan ilegal.

Dia memasang beberapa ponsel di hutan. Setiap ponsel dilindungi dengan plastik dan ditenagai panel surya mungil. Mikrofon dengan tingkat sensifitas tinggi merekam suara-suara berseliweran di hutan, yang dikirimkan ke cloud untuk analisa.



Jika terdeteksi suara gergaji mesin, maka akan langsung dikirimkan pesan atau email ke otoritas setempat. Metode ini ternyata cukup efektif dan sudah ada penebang ilegal tertangkap. Topher pun mendirikan lembaga non profit Rainforest Connection untuk menggalakkan usaha tersebut.

Rainforest Connection kemudian membuat perangkatnya itu makin powerful berkat tool machine learning dari Google yang dapat digunakan secara gratis. Namanya adalah TensorFlow.

TensorFlow dapat menganalisa data suara secara real time dan secara akurat membedakan suara yang berkaitan dengan penebangan ilegal seperti suara gergaji, truk dan lainnya. Awalnya, suara yang terdeteksi terbatas misalnya hanya gergaji saja.

Cegah Penebangan Liar dengan Machine Learning GoogleFoto: Fino Yurio Kristo/detikINET


Selain itu, sistem yang sudah ada kewalahan karena berbagai macam suara menghujani selama 24 jam sehingga ada kemungkinan penebangan ilegal tak terdeteksi suaranya. Nah, TensorFlow menjadi solusinya.

"TensorFlow mampu menganalisa setiap lapisan dari data kami. Deteksi audio bisa ditingkatkan," kata Topher dalam perhelatan Google I/O 2018 di Mountain View, Amerika Serikat.

Machine learning bisa diterapkan dalam beberapa skenario. Misalnya mendeteksi hewan seperti Jaguar, tidak perlu dengan mendengarkan langsung suaranya.

"Kita harus bisa mendeteksi binatang yang tak membuat suara. Jaguar tidak selalu bersuara, namun binatang di sekitarnya seperti burung dan lainnya bersuara. Mungkin mereka bisa lebih mudah terdeteksi dari suara burung itu," katanya.

Perangkat yang dikembangkan Rainforest Connection yang sekarang dibekali teknologi TensorFlow bisa mendeksi suara gergaji mesin sampai 1 kilometer. Sekarang, teknologi itu digunakan di hutan Amazon, di Kalimantan dan Sumatera.



Topher berupaya agar banyak orang terlibat dalam upaya menyelamatkan hutan hujan ini, termasuk para siswa. Ia menyelenggarakan workshop di sekolah-sekolah di mana para siswa membuat perangkat tersebut, yang nantinya akan didistribusikan ke hutan.

Tersedia juga aplikasi untuk mendengarkan suara secara real time dari hutan. Topher dan organisasinya itu juga terbuka untuk menerima pendanaan dari siapapun yang peduli dengan masa depan bumi.

"Oh, dan saya akan segera berkunjung ke Indonesia lagi," katanya, dengan tujuan hutan di wilayah Aceh. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed