Minggu, 13 Mei 2018 21:21 WIB

Ada Teror Bom di Surabaya, Bapak Startup Serukan Bangkit!

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: Yansen Kamto dan Bu Risma Foto: Yansen Kamto dan Bu Risma
Jakarta - Tragedi bom di Surabaya bikin semua orang terkejut. Tak terkecuali Yansen Kamto, bapak startup Indonesia yang mulai merintis perjuangannya dari Kota Pahlawan itu.

Sang CEO Kibar yang menginisiasi Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital itu pun langsung lemas begitu mendengar kabar rentetan ledakan bom yang terjadi tadi pagi di tiga Gereja yang berlokasi di Surabaya, Minggu (13/5/2018).

Ia ikut merasa lunglai karena dalam beberapa tahun terakhir ini, Surabaya sudah seperti rumah sendiri baginya. Bersama Wali Kota Tri Rismaharini, Yansen banyak bikin gerakan pemberdayaan digital untuk anak-anak muda di Surabaya.

Ada Teror Bom di Surabaya, Bapak Startup Serukan Bangkit!Foto: Yansen Kamto dan Bu Risma


Pria kelahiran Pontianak ini rajin berbagi ilmu untuk membimbing anak muda Surabaya agar bisa naik kelas ke taraf internasional. Terlebih, dengan koneksi Silicon Valley yang ia miliki.

"Saya langsung syok mendengar kabar ini. Surabaya sudah seperti rumah saya sendiri. Apalagi banyak teman-teman saya dari ekosistem digital di situ," kata Yansen mulai bercerita kepada detikINET.



Begitu mendengar kabar ini, Yansen langsung menghubungi kawan-kawannya di Surabaya, termasuk Bu Risma yang banyak membantunya dalam mengembangkan ekosistem digital di Surabaya.

"Bu Risma merasa terpukul. Dia merasa, hasil kerja kerasnya membangun Surabaya jadi seperti sia-sia. Padahal, ada banyak sekali startup yang tengah ia dukung," tutur Bung Kamto, panggilan akrab pria yang kerap bercelana pendek ini.

Ada Teror Bom di Surabaya, Bapak Startup Serukan Bangkit!Foto: Yansen Kamto dan Bu Risma



"Dari Gerakan 1.000 Startup Digital dan program StartSurabaya sendiri saja telah menciptakan beberapa startup yang mampu tampil di pentas internasional seperti Reblood, Riliv, Karapan, dan Jahitin. Semuanya asli Surabaya," lanjut Yansen.



Ia pun berharap, tragedi ini bisa menjadi pelecut semangat anak muda di Surabaya untuk cepat bangkit dan kembali membenahi Surabaya. Apalagi, Surabaya tahun ini rencananya akan menggelar event besar berskala internasional.

Akan ada petinggi-petinggi dari perusahaan teknologi kelas dunia yang akan manggung di Surabaya. Belum termasuk para startup unicorn asal Indonesia yang akan ikut ambil bagian dari rencana itu.

"Saya selalu percaya talenta anak muda Indonesia ada di mana-mana, khususnya Surabaya. Banyak sekali komunitas startup yang begitu aktif, begitu juga dengan kampus yang menekankan pembinaan entrepreneurship sejak bangku kuliah," kata Yansen lagi.



"Saya berharap, kita semua terus berdoa untuk keamanan di Surabaya, serta terus memberikan kontribusi positif buat saudara-saudara kita di Surabaya. Saya yakin Surabaya akan terus maju, dan kita semua akan terus berkarya untuk Surabaya dan Indonesia. Kita tidak boleh takut dan harus segera bangkit!" tandas Bung Kamto. (rou/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed