Minggu, 06 Mei 2018 16:50 WIB

Nasib Penerus Vine yang Berat di Ongkos

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Bagi para pecinta Vine, tampaknya masih harus bersabar untuk melihat media sosial tersebut lahir kembali karena berbagai masalah yang merundungnya saat ini.

Dom Hofmann, salah satu pendiri Vine, akhir tahun lalu telah menyebutkan bahwa ia beserta timnya sudah berencana untuk melahirkan generasi terbaru dari media sosial tersebut. Platform tersebut dinamai V2.

Sayangnya, proyek tersebut harus ditunda hingga waktu yang belum dapat ditentukan. Hal tersebut diungkapkan oleh Hofmann sendiri lewat sebuah forum online bagi komunitas V2.

"Saya tidak menyangka akan menulis ini, tapi saya harus membuat keputusan yang sulit untuk menunda proyek V2 sampai waktu yang belum dapat dipastikan," ujarnya.


Ia mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah alasan yang melatarbelakangi keputusannya tersebut. Salah satu faktor utamanya adalah masalah finansial dan legalitas.

Pada awal pengerjaannya, Hofmann mengaku bahwa proyek ini dapat didanai secara personal. Sayangnya, ia salah mengestimasi antusiasme dan perhatian yang muncul dari lahirnya penerus Vine ini.

Baginya, minat yang muncul memang menjadi pemicu semangat, namun dengan banyaknya calon user, ia memperkirakan biaya yang diperlukan akan menjadi sangat tinggi dan tidak dapat ditutupi dengan pendanaan secara pribadi. Selain itu, perhatian tersebut juga memunculkan masalah legalitas yang harus diselesaikan oleh Hofmann beserta tim.

"Singkat cerita, agar dapat bekerja, proyek V2 harus beroperasi sebagai sebuah perusahaan dengan pendanaan yang cukup dari pihak luar, kemungkinan dari investor. Kami mencoba untuk mundur dahulu. Kode komputasi dan idenya masih ada, tapi tanpa semua kebutuhan lainnya bersatu, kami tidak bisa maju," tuturnya menambahkan.

"Sekali lagi, ini akan membutuhkan waktu yang lama jika dibutuhkan. Saya sangat menyesal dengan kekecewaan ini. Tapi akan lebih mengecewakan jika layanan ini dikembangkan dengan kurang tepat. Kami ingin menjalankannya dengan benari," pungkasnya.

Tulisan ini pun turut diunggah oleh akun Twitter milik V2 sendiri. Menariknya, sebagaimana disebutkan oleh Hofmann sebelumnya, banyak yang kecewa dengan penundaan ini, karena minat mereka dalam menantikan kehadiran penerus Vine tersebut.

Bahkan, pengumuman Hofmann tersebut juga memicu lahirnya sejumlah aksi penggalangan dana untuk membantu V2. Aksi tersebut muncul di platform GoFundME.














(asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed