Bayar Rp 195 Miliar, Bisa Wisata ke Luar Angkasa
- detikInet
Jakarta -
Ingin jalan-jalan ke luar angkasa? Hmmm... cuma Astronot yang bisa. Tapi kalau Anda sanggup dan mau membayar US$20 juta (Rp 195 miliar) anda bisa berwisata ke luar angkasa, menghilangkan penat dan uang Anda tentunya...Ternyata ada orang non-astronot yang sanggup dan mau mengeluarkan uang sebanyak itu untuk berwisata ke luar angkasa. Gregory Olsen, miliarder Amerika yang juga seorang peneliti, telah menandatangani kontrak dengan agen luar angkasa Rusia, untuk menjadikan dirinya turis di negeri para alien.Seperti dikutip detikinet dari CBSNews, Olsen akan menjadi turis luar angkasa ketiga yang akan mendarat di statiun luar angkasa internasional.Vyacheslav Davidenko, juru bicara dari agen Rusia mengatakan, Olsen bisa pergi ke stasiun orbit paling cepat bulan Oktober, bersamaan dengan misi Soyuz yang dijadwalkan membawa perbekalan dan awak barunya ke statiun orbit.Olsen, 60 tahun, adalah peneliti dan pendiri perusahaan pembuat kamera infra merah yang bermarkas di New Jersey. Bulan lalu dia telah melakukan latihan penerbangan di luar Moskow, menggunakan kapal luar angkasa buatan Rusia, Soyuz. Kesepakatan yang disampaikan dalam kontrak tidak dipublikasikan. Tapi keterangan dari seorang sumber menyebutkan, penerbangan ini bisa menghabiskan dana US$20 Juta (Rp 195 miliar).Surat kabar Rusia melaporkan, kesepakatan ini dilakukan lewat biro perjalanan Space Adventures yang berada di Virginia, Amerika Serikat. Perusahaan ini juga yang mengatur perjalanan untuk dua turis sebelumnya, yaitu miliarder Dennis Tito dari Amerika dan Mark Shuttleworth dari Afrika Selatan.Olsen, doktor di bidang Fisika dan Ilmu Material, mengatakan dirinya hanya akan membawa kamera infra merah terbaru yang diluncurkan perusahaannya. Dengan kamera tersebut, dia ingin menganalisa polusi di atmosfir bumi dan kesehatan sistim agrikultur di bumi. Dia juga ingin menyiarkan video tangkapannya ke jaringan sekolah di bumi, untuk membuat kawula muda sadar bahwa ilmu pengetahuan mengalami perkembangan pesat.Saat ini, stasiun orbit dihuni kosmonot Rusia Sergei Krikalev and astronot Amerika Serikat John Phillips. Mereka tiba bulan April untuk menjalani misi selama enam bulan.
(epi/)