BERITA TERBARU
Minggu, 15 Apr 2018 20:12 WIB

Surat Terbuka untuk CEO Facebook

Agus Tri Haryanto - detikInet
CEO Facebook Mark Zuckerberg. Foto: Reuters CEO Facebook Mark Zuckerberg. Foto: Reuters
FOKUS BERITA Facebook Dipanggil DPR
Jakarta - Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) melayangkan surat terbuka kepada CEO Facebook Mark Zuckerberg terkait penyalahgunaan data pengguna oleh pihak ketiga. Masyarakat pun diminta untuk turut mendesak bos Facebook itu agar menjamin perlindungan data penggunanya

Isi dari surat tersebut berupa desakan agar media sosial ini memberikan jaminan perlindungan data pengguna di Asia Tenggara, mulai dari penyalahgunaan untuk kepentingan tertentu hingga Facebook jadi sarang hoax.

Penyalahgunaan data Facebook oleh pihak ketiga, yaitu konsultan politik Cambridge Analytica, tak hanya mengangkut data pengguna berasal dari Amerika Serikat saja untuk kepentingan politik Donald Trump pada Pilpres kemarin. Tetapi juga, data pengguna Facebook di Asia Tenggara.



Setidaknya Filipina, Indonesia, dan Vietnam menjadi turut andil kebocoran data pengguna Facebook. Setidaknya, ketiga negara ini berkontribusi sampai 2.699.982 dari total 87 juta pengguna yang dicuri oleh Cambridge Analytica.

SAFEnet mengatakan pihaknya mengikuti informasi terkait peran Facebook menjadi penyebaran informasi yang membakar kebencian terhada etnis minoritas Rohingya di Myanmar. Sehingga mengakibatkan 6.700 orang terbunuh dan 645.000 orang mengungsi ke Bangladesh.

Sementara di Indonesia, SAFEnet juga telah menjadi media bagi warga untuk berbagi, mulai dari hal personal hingga menikmati ruang demokrasi usai Reformasi 1998. Dengan lebih dari 130 juta pengguna internet di Indonesia sampai Januari 2018, tak dipungkiri Facebook jadi wadah bagi masyarakat berpartisipasi dalam proses demokrasi yang lebih baik.

Meskipun demikian, SAFEnet tidak menutup mata bahwa apa yang terjadi di Myanmar, Facebook di Indonesia juga dimanfaatkan untuk menyebarkan inforamasi palsu dan ujaran kebencian sehingga memberi ruang bagi ancaman-ancaman demokrasi.

"Kami memindai dari dekat bagaimana Facebook juga menjadi ruang bagi para pelaku persekusi dan penyebar kebencian atas nama politik maupun agama untuk merampas hak-hak orang lain untuk berekspresi, terutama mereka yang berasal dari kelompok minoritas dan terpinggirkan," kata SAFEnet seperti detikINET kutip dari situsnya, Minggu (15/4/2018).



Untuk itu, mempertimbangkan situasi-situasi terkini seperti di atas, SAFEnet meminta kepada Zuckberberg sebagai CEO Facebook agar melaksanakan tiga hal berikut ini:

1. Facebook harus menjamin keamanan data-data pribadi pengguna dan tidak memberikannya kepada pihak ketiga untuk mencegah penyalahgunaan yang bisa berujung pada keuntungan politik dan ekonomi pihak tertentu.

2. Facebook harus segera melakukan audit terkait penggunaan data pribadi oleh pihak ketiga, sebagaimana terjadi oleh Cambridge Analytica dan aplikasi sejenis lainnya, dan melaporkan hasil audit tersebut secara terbuka kepada publik.

3. Facebook harus menerapkan mekanisme perlindungan data lebih ketat agar Facebook tidak menjadi ruang untuk menyebarkan kebencian maupun merampas hak asasi manusia lain (persekusi).

Di akhir surat terbuka ini, SAFEnet juga mengajak kepada masyarakat agar ruang-ruang demokrasi bisa terjaga dan Facebook dapat menjamin perlindungan data penggunanya ini. (rou/rou)
CEO Facebook Mark Zuckerberg. Foto: Reuters
Foto: Twitter
Foto: Twitter
Foto: Twitter
Foto: Twitter
Foto: Twitter
Foto: Twitter
Foto: Twitter
Foto: Twitter
Foto: Twitter
Foto: Twitter
Foto: Twitter
Foto: Twitter
Foto: Twitter
Foto: Twitter
Foto: Twitter
FOKUS BERITA Facebook Dipanggil DPR

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed