Senin, 02 Apr 2018 17:10 WIB

Driver Ojek Online Tuntut Tarif Naik 100%

Josina - detikInet
Foto: Agung Pambudhy/detikcom Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta - Pada pekan lalu Selasa (27/3/2017) massa ojek online yang terdiri dari pengemudi Go-Jek, Grab dan Uber melangsungkan demo di sekitar kawasan Istana Negara, Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

Mereka beraksi menuntut kenaikan tarif karena tarif tarif sekarang ini dinilai terlalu murah hingga mereka merasa menjadi sulit tak sejahtera.

Pada saat demo berlangsung kemarin tersebut, lima orang perwakilan driver ojek online (ojol) bahkan sudah bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo terkait persoalan ini.

Seperti dikutip detikINET dari CNBC Indonesia Senin, (2/4/2018) para ojek online ini meminta kenaikan tarif mencapai Rp 3.250 - Rp 3.500/km. Tarif tersebut naik lebih dari 100% dibandingkan dengan rata-rata saat ini Rp 1.600/km. Adapun driver ojek online sempat mengajukan tarif hingga mencapai Rp 4.000/km.

Menyikapi tuntutan tersebut, pemerintah melalui Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi akan melakukan langkah mediasi bagi driver ojol dengan aplikator.

Dalam beberapa hari ke depan, Budi menjelaskan akan melakukan pertemuan kembali antara aplikator, Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk membahas finalisasi tarif.

"Tadi kan muncul usulan pihak Garda dihadirkan juga KPPU, jadi artinya pertemuan kali ini ada penawaran lagi dari pihak Garda kalau kemarin kan Rp 4.000, sekarang antara Rp 3.250-3.500. Ini sudah disampaikan kepada Grab dan Go-jek," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/4/2018).

"Besok atau lusa akan ada pertemuan kembali dengan menghadirkan KPPU dan pemerintah kembali, paling cepat besok, paling lama lusa," kata Budi. (jsn/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed