Kamis, 22 Mar 2018 14:45 WIB

Facebook Didenda Miliaran di Korea Selatan, Kenapa?

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Ilustrasi. Foto: Tim Infografis: Kiagoos Auliansyah Ilustrasi. Foto: Tim Infografis: Kiagoos Auliansyah
Jakarta - Facebook kini tengah dilanda kabar negatif. Tak cuma soal penyelewengan 50 juta data pengguna, jejaring sosial milik Mark Zuckerberg ini juga harus berurusan dengan pemerintah Korea Selatan dan didenda miliaran rupiah.

Menurut informasi yang beredar, Facebook didenda 396 juta won atau sekitar Rp 5 miliar karena diduga membatasi akses pengguna di Korea Selatan. Kasus ini sudah diselidiki oleh Komisi Komunikasi Korea Selatan (KCC) dari tahun 2017.

Menurut KCC, Facebook harus membayar denda dengan besaran yang dimaksud sebagai bentuk hukuman karena melanggar undang-undang yang merugikan kepentingan pengguna. Regulator pun merekomendasikan agar perusahaan mengubah ketetapan ketentuan penggunaan yang tidak bisa menjamin kualitas layanannya.

Masalah ini bermula ketika Facebook mulai mengalihkan akses beberapa pengguna Korea Selatan ke platform menuju jaringan di Hong Kong atau Amerika Serikat, daripada menggunakan jaringan lokal. Langkah ini dilakukan tanpa memberi notifikasi terlebih dahulu kepada pengguna.

Sebagai bentuk akibat dari pengalihan akses ini, alhasil koneksi berjalan lebih lambat 4,5 kali dari biasanya. SK Broadband selaku operator penyedia layanan internet mendapat 10 komplain per harinya dari pengguna karena masalah tersebut. Sementara LG UPlus dikomplain 34 kali dalam sehari.



"Facebook tidak aktif melihat keluhan dari layanan telekomunikasi lokal, sebagaimana pengguna mengeluh terkait koneksi yang lambar dan sebagai hasil dari kualitas servis yang tidak dijaga. Ketika kontroversi memuncak di Korea Selatan akibat pengalihan Facebook ini, perusahaan mengembalikan koneksi ke asalnya sekitar bulan Oktober dan November 2017," tulis KCC seperti dikutip detikINET dari ABC News, Kamis (22/3/2018).

KCC pun menyebut bahwa Facebook melanggar hukum terhadap pembatasan akses atau langganan ke layanannya tanpa alasan yang meyakinkan. Meski demikian, Facebook tetap kekeh bahwa ini bukan merupakan pelanggaran hukum.

"Kami kecewa denga keputusan KCC. Kami berusaha untuk memberikan kinerja yang optimal untuk semua pengguna kami dan akan terus bekerja sama dengan penyedia layanan internet Korea Selatan untuk meraih tujuan," tulis Facebook. (mag/mag)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed