Namun kini ada layanan bernama Helptask, yang coba menghadirkan layanan teknis untuk berbagai kebutuhan perawatan rumah dan bangunan. Mulai dari sistem listrik, perbaikan plafon, pengecatan dinding, hingga perawatan AC dan saluran pipa.
"Berdasarkan pengalaman saya di industri konstruksi, Indonesia sebenarnya memiliki manpower yang sangat cukup, namun sayangnya akses mereka mereka untuk mendapat pekerjaan masih sulit," ujar Hendra Sucipto, founder Helptask, dalam keterangan yang diterima detikINET, Kamis (15/3/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dok. Helptask |
"Saya ingin menciptakan sebuah komunitas untuk para tukang bangunan dan pekerja konstruksi yang memungkinkan mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang bisa meningkatkan kesejahteraan mereka. Tapi di lain pihak, juga memudahkan masyarakat untuk menemukan pekerja yang sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. Dengan pengalaman saya sebagai arsitek, saya siap untuk berkontribusi sebagai Handyman Quality Controller," tambah Hendra.
Hendra mengklaim tak ingin Helptask menjadi sekadar marketplace, alias hanya menjadi perantara antara tukang dan konsumen. Melainkan, Helptask tetap bertanggung jawab penuh atas tukang yang mereka kirim.
Selain itu, Helptask pun memfasilitasi para tukang dan pekerja untuk terus belajar dengan penanaman pengetahuan dan soft skill, yang diharapkan bisa membuat para tukang dan pekerja semakin berkembang dan mendapat akses pekerjaan yang layak dan mencukupi.
Helptask hadir dengan enam layanan utama sesuai dengan kebutuhan masyarakat atas tenaga tukang yang profesional dan transparan. Platform ini diharapkan bisa membantu masyarakat mendapat tukang bangunan dengan hasil kerja terjamin dan juga tarif sesuai. (asj/asj)
Foto: Dok. Helptask