Saling Caci di Yahoo Messenger
Pendukung Corby Ngamuk di Chatroom Bali1
- detikInet
Jakarta -
Marah-marah warga Australia yang tidak terima dengan vonis 20 tahun penjara bagi ratu mariyuana Schapelle Corby, tumpah-ruah dalam berbagai bentuk. Tak cukup dengan hanya melakukan orasi dalam aksi demo di tanah airnya, aksi saling ejek juga terjadi di chatroom.Bali1 adalah salah satu ruang ngobrol (chatroom) terbuka yang bisa ditemui di layanan instant messenger Yahoo Messenger (YM). 'Channel' demikian penikmat dunia maya biasa menyebutnya. Sejak vonis terhadap Corby dijatuhkan, Jumat (27/5/2005), obrolan di Bali1 riuh dengan kata-kata kasar pengunjung chatroom yang mengaku sebagai warga Australia. Dengan huruf kapital berwarna kontras, mereka meneriakkan hujatan terhadap keputusan yang dijatuhkan Majelis Hakim Linton Sirait, terhadap Corby di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali. Dari pantauan yang dilakukan detikinet terhadap Bali1, Sabtu (28/5/2005), tampak bagaimana kekacauan tergambar di ruang obrolan itu. Rantaian kata dengan warna-warna mencolok, tanda seru berulang dan berbagai simbol ekspresi wajah dari emoticon muncul dalam format yang amburadul"Kami tidak akan berkunjung ke Bali lagi!" kata salah seorang pengunjung yang membela kubu Australia. "Australia sudah sering memberi bantuan, tapi kenapa kali ini kalian kejam terhadap kami?" teriak yang lain."Corby hanya salah satu korban sindikat narkoba, kenapa Pengadilan begitu bodoh memberi vonis berat terhadap Corby," yang lain mengumpat.Di kubu pembela Indonesia setali tiga uang. Mereka melontarkan kata-kata yang tak kalah pedas, sampai-sampai ada yang ngajak perang. Kalau kubu Australia membela Corby, kubu Indonesia sudah pasti membeberkan kesalahan wanita cantik itu."Kalau tas kita ditambahi beban seberat 4,2 Kg, kita tentunya langsung merasa. Tapi kenapa Corby gak merasa ada tambahan berat?" kata pembela kubu Indonesia dalam bahasa Inggris.Caci-maki untuk Australia juga dimuntahkan pembela Indonesia di Bali1. Ada juga yang berlagak bego dengan melontarkan kalimat-kalimat yang sama sekali di luar konteks pembicaraan. Tapi tetap, kata-katanya dibuat kotor dan pedas."Kenapa gak manggil Amerika untuk menolongmu?" teriak pembela Indonesia, masih dalam bahasa Inggris.Suasana makin kacau ketika ada banyak cacian dilontarkan dalam Bahasa Bali kasar. "Pergi dari Bali, Bali tidak butuh bule Australia. Kalian semua kampungan," ujar salah satu peserta dalam Bahasa Bali.Itu hanya sekelumit kalimat yang terlontar di Bali1. Sampai berita ini diturunkan, Bali1 masih tampak coreng-moreng dengan teks-teks aneka bentuk, ukuran dan warna.Ada yang gerah, sejak awal hanya berteriak, meminta semua orang untuk berhenti menghujat. "Berhenti...! Kalian semua membuat Bali1 jadi kacau," teriak salah seorang di antara puluhan pengunjung Bali1 yang keluar-masuk silih berganti."Om Santhi Santhi Santhi Om," demikian lantun salah saorang peserta, mengutip bahasa Sansekerta yang berarti "Damai Damai Damai". Ya, menyelesaikan segala sesuatunya dengan damai tentu jauh lebih baik daripada saling caci.
(nks/)