Gara-Gara Gengsi
Format Gabungan DVD Masih Terhambat
- detikInet
Jakarta -
Sony, penyokong utama format Blu Ray, dan Toshiba dari kubu HD-DVD sudah memulai pembicaraan 'damai' format DVD masa depan. Namun gengsi keduanya masih menghambat.Sony Corp dan Toshiba Corp masih pada tahap negosiasi dalam menentukan format DVD generasi selanjutnya. Menurut harian bisnis Nihon Keizai Shimbun baru-baru ini, kedua belah pihak hampir menyetujui sebuah format gabungan. Namun hal itu dibantah oleh kedua belah pihak. Juru bicara dari Sony, Taro Takamine, dan juru bicara Toshiba, Keisuke Omori, menyangkal telah terjadi kesepakatan. Demikian diberitakan Associated Press, Kamis (21/04/2005). Menurut Takamine, perbincangan antara Sony dan Toshiba cuma bagian dari usaha Sony mencari 'yang terbaik' bagi pelanggan.Apabila memang akan terjadi kesepakatan, Takamine menegaskan, mungkin hasilnya adalah kerjasama dalam pengembangan teknologi Blu-Ray.Toshiba juga menyangkal adanya kesepakatan tersebut. Perusahaan tersebut juga menyadari bahwa yang terbaik untuk konsumen adalah format tunggal. Tapi bukan berarti pihak pengambil keputusan setuju akan adanya format gabungan, kata Keisuke Omori, juru bicara dari Toshiba.Gengsi TinggiLaporan dari Nihon Keizai juga cukup mengejutkan karena kedua belah pihak boleh dibilang sangat membanggakan produk masing-masing. Dengan kata lain, masing-masing memiliki gengsi yang terlalu tinggi.Mereka juga telah merayu pihak studio-studio di Hollywood. Kedua pihak merasa format mereka akan dihargai dan digunakan untuk masa depan.Beberapa produk standar Blu-ray sudah ada di pasaran, meskipun belum terjual banyak. Sony menyatakan generasi selanjutnya dari konsol video-game, yaitu PlayStation 3, akan berjalan dengan format Blu-Ray. Blu-Ray disebut-sebut unggul karena memiliki kapasitas lebih besar 50 Gigabyte. Sedangkan HD-DVD cuma memiliki kapasitas 30 Gigabyte. Tetapi menurut pendukung HD-DVD, format mereka hanya butuh biaya lebih murah. Pasalnya, menurut klaim kubu HD-DVD, mereka menggunakan metode produksi yang sama dengan format DVD yang ada saat ini.Persaingan dalam menentukan format standard media film tersebut, ternyata bukan cuma kali ini saja. Pada tahun 1980an, terjadi pertarungan antara Sony yang mendukung format Beta dan VHS yang didukung Matsushita Electric. 'Perang' itu pada akhirnya 'dimenangkan' oleh VHS. Dalam 'perang' kali ini Sony berada satu kubu dengan Matsushita (Panasonic).
(wsh/)