Sektor Teknologi Pangkas Ribuan Pekerja
- detikInet
Jakarta -
Selama tiga bulan pertama tahun ini, perusahaan-perusahaan bidang teknologi di Amerika Serikat, melakukan pengurangan terhadap hampir 60.000 pekerja. Meningkat dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun 2003.Pengurangan tenaga kerja tahun 2004 itu disinyalir sebagai kehilangan terbesar pada sektor terkait sejak akhir 2003. Hal tersebut terungkap dari laporan perusahaan konsultan tenaga kerja Challenger, Gray & Christmas, yang dilansir CNET News.com, dan dikutip detikcom, Selasa (12/4/2005).Konsultan tenaga kerja tersebut mengungkapkan, industri telekomunikasi menyumbang angka terbesar dalam pemberhentian pegawai. Selama kuartal pertama, sektor ini telah melakukan pengurangan lebih dari 35.000 tenaga kerja. Sementara itu, sebanyak 16.100 pekerja diberhentikan dari sektor industri komputer.Alasan pemberhentian besar-besaran ini, adalah karena merger perusahaan-perusahaan telekomunikasi, seperti pembelian AT&T Wireless oleh Cingular Wireless, juga merger Sprint's dengan Nextel.Industri telekomunikasi masih akan meneruskan pemangkasan tenaga kerja ini. SBS Communication mengatakan, pihaknya akan mengurangi sampai 13.000 posisi jika langkah pemebelian terhadap AT&T dinilai baik oleh pemerintah. Sementara itu, Qwest Communication yang berniat membeli MCI, akan mengurangi 15.000 posisi di perusahaannya.Industri Software juga tak menutup kemungkinan untuk melakukan pemangkasan jumlah pegawai. Oracle berhentikan 5000 pekerja pada kwartal pertama setelah akusisinya terhadap PeopleSoft.Laporan ini juga mengemukakan, tekanan di sektor teknologi masih akan terus meningkat tahun ini. Ini terjadi karena adanya pengurangan jatah belanja peranti teknologi yang dialami baik oleh konsumen personal maupun kalangan korporat. "Konsumen dan perusahaan telah banyak membeli iPod, laptop, portable DVD player, telepon genggam, BlackBerry, dan lain sebagainya," ungkap John Challenger, Chief Executive Challenger, Gray & Christmas. "Teknologi yang mereka punya sudah banyak, hal ini mengakibatkan adanya jeda belanja perangkat teknologi oleh kalangan bisnis, sampai ada teknologi baru muncul."
(nks/)