Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Keren! Menlu Singapura Coding AI Sendiri Buat Bantu Tugas Diplomasi

Keren! Menlu Singapura Coding AI Sendiri Buat Bantu Tugas Diplomasi


Fitraya Ramadhanny - detikInet

Singaporean Minister for Foreign Affairs Vivian Balakrishnan attends the 58th Association of Southeast Asian Nations Foreign Ministers Meeting at Kuala Lumpur, Malaysia, July 9, 2025. (Reuters)
Menlu Singapura Vivian Balakrishnan merancang sendiri AI untuk membantu tugas diplomasinya (Foto: dok. Reuters)
Jakarta -

Artificial intelligence (AI) bisa membantu tugas diplomasi Menlu Singapura Vivian Balakrishnan. Hebatnya, dia bikin coding AI sendiri untuk membantu pekerjaannya.

Balakrishnan mengotak-atik NanoClaw dan menyesuaikan setelannya. Tujuannya adalah membuat asisten pribadi AI untuk membantu tugasnya sebagai seorang menteri luar negeri. Balakrishnan bahkan membagi setelan coding dia di forum GitHub dan berbagi pengalamannya di postingan Facebook.

"Saya telah bereksperimen dengan apa yang saya anggap sebagai 'otak kedua' untuk seorang diplomat, menggunakan dua blok bangunan open-source: NanoClaw oleh Gavriel Cohen (github.com/qwibitai/nanoclaw) yang berjalan secara lokal di Raspberry Pi 5 dan pola LLM Wiki dari Andrej Karpathy," kata Balakrishnan dilansir detikINET dari akun Facebook-nya, Minggu (26/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia membuat AI ini terkoneksi dengan saluran perpesanan, dan mempelajari pidato-pidato dan artikel-artikel. AI setelannya ini bisa menjawab pertanyaan, meriset topik pembicaraan, menyediakan update harian, merancang pidato dan memadatkan informasi.

"Ini menjadi sangat berharga, tidak berani saya matikan! Diplomat yang belajar untuk bekerja dengan AI akan memiliki keunggulan yang berarti. Saya pikir keunggulan itu ada sekarang," kata Balakrishnan.

ADVERTISEMENT

Di forum GitHub dia menjelaskan arsitektur berupa 3 lapis informasi untuk dikerjakan AI. Lapis pertamanya sumber mentah seperti artikel, transkrip pidato. Sumber mentah ini masuk ke lapis kedua menjadi mnemon Knowledge Graph, seperti fakta terstruktur node grafik dan semantik. Node-node ini masuk ke lapis ketiga menjadi halaman Wiki yang bisa dibaca pengguna.

Lalu ada 10 tools yang dia kawinkan mulai dari NanoClaw, Claude Agent SDK, Baileys untuk WhatsApp Web sampai SQLite dll. Dari situ, lahirlah 8 kemampuan AI untuk membantu kerja mulai mengatur pesan, jadwal tugas, antarmuka web, memory dll. Balakrishnan lengkap sampai membagi struktur coding. Faktor privasi dan keamanan juga tetap menjadi perhatian.

Sontak, Balakrishnan mendapat sambutan positif dari para developer, pegiat AI dan netizen. OfficeChai.com memuji karena Balakrishnan aslinya adalah dokter spesialis mata yang jadi menteri luar negeri dan kini jadi pegiat AI.

"Dalam peran di mana pengetahuan institusional, konteks kebijakan, dan nuansa historis adalah segalanya, sistem memori yang kompleks bukanlah kemewahan. Justru itu intinya. Apakah pemerintah dan diplomat lain akan mengikuti jejak ini masih menjadi pertanyaan terbuka. Tetapi Menteri Luar Negeri Singapura telah menjawabnya sendiri," tulis OfficeChai.

"Bapak mestinya presentasi di depan insinyur AI Singapura bersama pendiri dan perusahaan AI seperti OpenAI, Cursor, Deepmind," puji Agrim Singh di akun FB Balakrishnan.




(fay/ask)





Hide Ads