Pergantian Dirjen Postel
Sebelum Diganti, Djamhari 'Kampanye'
- detikInet
Jakarta -
Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Postel) memaparkan prestasinya selama periode 2003 sampai 2004, di bawah pimpinan Djamhari Sirat. Bentuk 'kampanye'?Dalam siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (7/4/2005), Ditjen Postel memaparkan keberhasilan-keberhasilan yang diraih selama periode 2003 sampai 2004. Mulai dari bidang pos, telekomunikasi, dan bidang spektrum frekuensi radio dan orbit satelit.Sejumlah prestasi di bidang pos diantaranya menyangkut keterbukaan dalam penyelenggaraan pos, anti monopoli, peran serta swasta dan masyarakat, globalisasi, otonomi daerah, keterbukaan dalam kebijakan pos, pelayanan pos universal, perlindungan konsumen, tarif, perizinan, pemenuhan hak penyandang cacat serta perkembangan teknologi dan informasi.Sedangkan di bidang telekomunikasi, Postel memaparkan keberhasilannya membangun fasilitas telekomunikasi melalui program Universal Service Obligation (USO). USO yang berlangsung dari tahun 2003, telah berhasil menambah 2620 satuan sambungan telepon (SST), di berbagai wilayah terpencil di Indonesia. Teknologi yang digunakan meliputi teknologi radio, seluler, PFS, VSAT dan IP-Based. Selain itu, Postel juga mengatakan 'berhasil' menerbitkan 402 izin dalam bidang jasa multimedia.Di bidang Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit, Postel memaparkan bahwa selama tahun 2004 Direktorat telah melakukan penataan ulang alokasi frekuensi untuk layanan 3G (Third Generation), reframing frekuensi 2,4 GHz, pengaturan ulang penggunaan frekuensi 2,4 GHz, evaluasi alokasi frekuensi untuk Broadband Wireless Acces (BWA), termasuk melaksanakan koordinasi satelit dan koordinasi frekuensi perbatasan.Semacam Bentuk 'Kampanye'?Kisah sukses yang disampaikan Postel di atas, hanya sebagian kecil dari paparan yang disampaikan Postel melalui siaran persnya. Menanggapi hal tersebut, pengamat teknologi informasi dan komunikasi menyampaikan penilaiannya bahwa ada indikasi 'kampanye', yang disampaikan Ditjen Postel sebagai institusi, atau Dirjen Postel sebagai individu."Apa yang dilakukan Postel melalui paparannya itu sah-sah saja," kata Donny Budi Utoyo, Koordinator ICT Watch, organisasi nirlaba yang memantau perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) di Indonesia. "Dari perspektif komunikasi publik, paparan yang disampaikannya itu adalah salah satu bentuk teknik kampanye, yaitu kampanye yang bersifat above the line. Ini dilakukan dengan melakukan promosi melalui media masa," paparnya.Hal lain yang terbaca dari paparan yang disampaikan Postel, menurut Donny, adalah juga pemaparan kisah sukses yang bisa berpengaruh ganda. Paparan ini memang akan membuat masyarakat mengetahui apa saja yang sudah dicapai Ditjen Postel, tapi di sisi lain juga mengindikasikan bahwa Ditjen atau pun Dirjen Postel ingin meningkatkan daya tawarnya di hadapan masyarakat, kata Donny."Nanti tinggal kita lihat tujuannya. Kalau itu kampanye, perlu dilihat sejauh mana hal-hal yang disampaikannya bisa dipertanggungjawabkan. Kalau tujuannya meningkatkan daya tawar, itu sah-sah saja tapi mungkin agak naif," kata Donny yang juga mengenyam pendidikan S2 di bidang Manajemen Komunikasi. "Naif karena publik banyak yang tahu ada hal-hal yang tidak beres selama ini yang dilakukan oleh Ditjen Postel terkait dengan masalah pengaturan atau regulasi telekomunikasi di Indonesia," tuturnya.Indikasi 'kampanye' muncul dengan latar belakang informasi penggantian Dirjen Postel yang berlangsung akhir-akhir ini. Di masa awal bergabungnya Postel dengan Departemen Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Menteri Sofjan A. Djalil mengatakan akan mengganti Dirjen Postel Djamhari Sirat, karena dinilai sudah terlalu lama menjabat. Pejabat dari Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dikabarkan akan menjadi penggantinya. Berkaitan dengan hal itu, Donny juga berkomentar bahwa paparan mengenai keberhasilan yang sudah dicapai Postel, bisa jadi merupakan bentuk usaha mempertahankan keberadaan pejabat lama di tempat yang sekarang. "Motivasinya bisa salah satu atau ketiga-tiganya," kata Donny. (Foto: Djamhari Sirat, Dirjen Postel. Fotografer: Detikinet.com)
(nks/)