Skema \'Tukar-Tambah\' Rp 5 Juta
Microsoft dan AWARI Bernegosiasi
- detikInet
Jakarta -
Microsoft Indonesia (MS) sore tadi telah memulai kembali negosiasi dan penjajagan kerjasama dengan Asosiasi Warnet Indonesia (AWARI), terkait dengan permasalahan tak terjangkaunya harga jual aneka produk Microsoft oleh para pengusaha warnet. Diskusi antara MS dengan AWARI tersebut dilangsungkan di restoran Izzi Pizza, yang berlokasi di gedung yang sama tempat MS mangkal, gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Rabu (6/4/2005).Dalam diskusi tersebut, hadir Megawati Khie mewakili MS dan Judith M.S mewakili AWARI. Turut hadir pula sebagai pihak yang turut menjembatani acara tersebut adalah Soegiharto Santoso, yang akrab disapa Hoky, dari Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo).Menurut Megawati, seperti dituturkannya kepada detikcom, hasil diskusi tadi sore belumlah menghasilkan keputusan apapun. "Tadi baru pertemuan pertama, jadi terlalu awal untuk menyampaikan apa keputusannya," ujar Megawati. Yang jelas, Megawati menegaskan bahwa pertemuan tadi merupakan salah satu upaya MS untuk melakukan dialog dengan AWARI.Sementara itu, Judith menyampaikan bahwa pihak MS telah menunjukkan itikad baik dengan berniat untuk bergerak cepat mencarikan solusi bagi para warnet. "Pihak MS berniat dalam tempo secepat mungkin akan mencarikan solusi. Mungkin dalam 2 minggu ini," ujar Judith.Judith juga berharap agar Microsoft tidak sekedar mengumbar janji-janji belaka. " Thanks buat atensi MS. Saya akan lebih menghargai kalau (niat MS) itu tidak sekedar janji, agar bisa memperbaiki industri warnet. Saya sih nunggu bukti!" tegas Judith melalui ponselnya. Sebab, menurut Judith, semakin lama MS bergerak, maka akan makin luas pula aktifitas para oknum polisi dalam memeras para pengusaha warnet dengan dalih penegakkan Undang-Undang Hak atas Kekayaan Intelektual.Dalam diskusi tersebut, sempat terjadi penawaran skema oleh MS kepada AWARI. Salah satu skemanya adalah pihak MS menawarkan sebuah paket produk lengkap PC teknologi terbaru yang dilengkapi software standar berlisensi, dengan harga jual sekitar Rp 4,5 juta hingga Rp 5 juta. Kemudian para warnet diharapkan bisa melakukan tukar-tambah PC lama yang mereka gunakan dengan PC baru tersebut.Skema tersebut pun sifatnya masih sebatas draft. Pihak MS dan AWARI berjanji untuk segera mengadakan pertemuan lanjutan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Menurut Judith, upaya melobi pihak MS telah ditempuhnya sejak 2002 lalu, dengan dibantu berbagai pihak yang peduli dengan industri warnet di Indonesia. Sayangnya, menurut Judith, MS ketika itu tak segera memberikan solusi yang konkrit. Hingga akhirnya kini marak terjadi masalah penggunaan software bajakan menjadi salah satu senjata para oknum di daerah untuk menjadikan warnet sebagai 'sapi perahan' mereka.
(dbu/)