Khusus untuk Pornografi, Domain .xxx Disetujui
- detikInet
Jakarta -
Organisasi internet internasional menyetujui pemakaian domain '.xxx' untuk menandai situs-situs web dengan materi pornografi. Nantinya, masyarakat bisa dengan mudah membedakan situs web berbau pornografi hanya dari akhiran '.xxx'.Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) mengatakan pihaknya akan memulai negosiasi dengan ICM Registry Inc., yang dikelola oleh pengusaha Inggris Stuart Lawley. Pembicaraan dengan perusahaan yang bertindak sebagai registrar tersebut, ditujukan untuk membahas masalah-masalah teknis dan harga berkenaan dengan alamat Web terbaru '.xxx'. Situs-situs dewasa merupakan industri subur dengan pasar senilai US$12 miliar (Rp 115 triliun). Para pelaku di industri ini bisa mulai membeli alamat Web berakhiran '.xxx' paling cepat pada September atau Desember nanti, tergantung dari keputusan ICM. Juru bicara ICANN Kieran Baker mengatakan, domain khusus untuk pornografi ini adalah satu di antara 10 domain yang tengah digodog oleh organisasi tersebut. ICANN adalah organisasi nirlaba yang bertanggung jawab pada pengalokasian alamat IP (internet protocol), penetapan parameter protocol, manajemen sistem nama domain, dan menjalankan fungsi manajemen sistem root server. Baru-baru ini, organisasi ini juga menyetujui domain '.jobs' untuk situs yang menyuguhkan informasi lowongan, dan '.travel' untuk situs dengan topik-topik pariwisata dan perjalanan.ICM mengatakan, alamat Web berakhiran '.xxx' akan melindungi anak-anak dari akses situs dewasa tersebut. Ini sekaligus memudahkan software penyaring situs yang biasa dipakai untuk memblok situs-situs tertentu, sehingga dapat bekerja dengan lebih efektif. Jadi peselancar internet tidak lagi disesatkan dengan alamat-alamat yang rancu. Begitu menemukan alamat dengan akhiran '.xxx', mereka langsung bisa memutuskan untuk membukanya jika ingin menikmati konten-konten nirbusana, atau langsung menutup jika tidak menginginkannya.ICM berencana akan menjual domain khusus ini seharga US$60 (Rp 575 ribu) per tahun. Harga tersebut sepuluh kali lebih tinggi dibanding domain '.com'.
(nks/)