Pada WSIS Prizes 2016 ada tiga nominator dari Indonesia yang menghasilkan satu Champion (juara kedua), sedangkan pada WSIS Prizes 2017 terdapat 18 inisiatif Indonesia yang menghasilkan satu Winner (Juara Pertama) dan empat Champion.
Kini, WSIS Prize 2018 telah menerima 463 inisiatif dari berbagai negarai yang menjadi nominator, di mana 17 diantaranya berasal dari Indonesia. Hasil tersebut merupakan saringan oleh tim pakar PBB dari ratusan pendaftar yang masuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semuel pun mengajak agar semakin banyak orang Indonesia yang berani belajar berkompetisi melalui berbagai ajang yang ada.
"Melalui kompetisi global sekelas yang diampu oleh PBB seperti ini, kita jadi bisa mengukur kemampuan dan potensi diri," ditambahkan oleh Semuel.
Ke-17 inisiatif unggulan Indonesia yang menjadi nominator tersebar pada delapan kategori yang berbeda dari 18 kategori yang dikompetisikan.
Saat ini, ke-17 inisiatif tersebut membutuhkan vote agar dapat melaju ke babak berikutnya, yaitu penentuan lima perolehan suara tertinggi yang kemudian akan dinilai oleh tim pakar untuk mendapatkan satu Winner dan empat Champion per kategori.
Untuk itulah, Kominfo mengajak seluruh netizen Indonesia untuk melakukan one man one vote secara online melalui situs http://s.id/pilihindonesia dengan batas waktu hingga 18 Februari 2018.
Berikut daftar Inisiatif Indonesia yang masuk WSIS Prize 2018:
a. Category #1: "The role of governments and all stakeholders in the promotion of ICTs for development" (total nominator: 40). Karya Indonesia:
1. Knowledge Building toward Indonesian Digital Society (cfds.fisipol.ugm.ac.id)
2. National Movement on Digital Literacy #Siberkreasi (siberkreasi.id)
b. Category #2: "Information and communication infrastructure: an essential foundation for the Information Society" (total nominator: 41). Karya Indonesia:
1. BTS for Rural, Remote and Border Area of Indonesia (bp3ti.kominfo.go.id/infrastructure)
2. Indonesia Broadband Internet Access with A Strong Focus on Affirmative Policy. (kominfo.go.id/content/all/pp_broadband)
c. Category #3: "Access to information and Knowledge" (total nominator: 27). Karya Indonesia:
1. Pusat Pemberdayaan Informatika dan Pedesaaan, Pemalang (puspindes.id)
2. Democratizing Decision Support: PetaBencana.id Platform for Equitable Disaster Resilience (petabencana.id)
d. Category #4: "Capacity Building" (total nominator: 43). Karya Indonesia:
1. Relawan TIK Goes to School (regos.web.id)
2. INCAKAP, Internet Smart - Creative – Productive) (incakap.id)
e. Category #10: "ICT App: e-health" (total nominator: 41). Karya Indonesia:
1. Lacak Malaria, Mobile/Featured Phone Rapid Malaria Reporting System in Rural Area (malariacenter.or.id)
2. MedUp, AI Powered Healthcare Platform (medup.id)
3. Qiwii, Virtual Queuing System Improve Quality of Community Health Center Services - Bandung (qiwii.id)
f. Category #11: "ICT App: e-employment" (total nominator: 10). Karya Indonesia:
1. Kerjabilitas, Job Portal for Persons with Disabilities (kerjabilitas.com)
g. Category #13: "ICT App: e-agriculture" (total nominator: 27). Karya Indonesia:
1. Information System for Farmers (lisa.id)
h. Category 16: "Media" (total nominator: 14). Karya Indonesia:
1. Enhancement of disaster risk reduction capacities utilizing community radios (jrki.or.id)
2. IndonesiaBaik.id Government Portal for Viral-able Public Policy Communication (indonesiabaik.id)
3. Selasar.com (selasar.com)
4. Tambo News Media Using Intelligent Positive Content Generator (tambo.co.id) (fyk/rou)