Rabu, 24 Jan 2018 13:56 WIB

3Second Lebarkan Sayap ke Lapak Online

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikINET Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikINET
Jakarta - Dalam beberapa bulan belakang terjadi fenomena toko ritel yang bertumbangan, baik di Indonesia maupun global. Demi menyiasati hal itu, ekspansi ke online atau e-commerce dinilai menjadi jalan keluar terbaik.

Salah satu toko ritel yang mengikuti siasat tersebut adalah 3Second. Melalui pengumuman terbarunya, brand fashion lokal yang sudah berdiri sejak tahun 1997 ini ingin gencar menggempur pasar e-commerce, lewat situs yang beralamat di 3second.co.id.

Ekspansi 3Second ke pasar online sendiri diklaim sudah terjadi sekitar tahun 2012. Hanya saja, menurut Assisten Manager Business Online Andhika Adhitya kala itu pihaknya belum begitu gencar mengurus jual beli online.

"Kami sebetulnya sudah jalan lima sampai enam tahun yang lalu. Namun, kembali lagi mungkin eranya pada saat itu belum percaya diri untuk fokus di sana. Tapi di 2018 ini kami sangat concern di e-commerce," ujarnya ditemui di Queen's Head, Kemang, Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Saksikan video 20detik untuk melihat ekspansi 3Second di sini:

[Gambas:Video 20detik]


Meski sudah memulai e-commerce sejak 2012, ia menilai penjualan di offline masih lebih banyak. Hal ini karena didukung dengan toko offline 3Second yang berjumlah ratusan.

Assisten Manager Business Online Andhika Adhitya.Assisten Manager Business Online Andhika Adhitya. Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikINET

"Jadi kalau di online, di 2012 baru menjajal terlebih dahulu pasarnya seperti apa, adopsinya seperti apa. Nah, 2018 ini penyempurnaan dari 2012," paparnya

Andhika pun menyebut jika investasinya di bidang online kala itu tidak terlalu besar. Namun, untuk tahun ini investasi yang digelontorkan cukup oke. Sayang ia tidak menyebut berapa angkanya.

Di platform online ini, nantinya tak cuma barang 3Second yang dijual di sana. Ada semua produk yang bernaung di bawah perusahaan Biensi, seperti Greenlight, Moutley, Famo, dan FMC Speed Suply. Masing-masing produk ini mewakili beragam segmentasi.

"Kalau FMC lebih ke arah milenial, Greenlight itu SMA ke arah mau kuliah, Famo itu untuk segmen kuliah mau kerja, sedankan Moutley itu gaya hip-hop. Nah, kelima ini dalam satu platform," paparnya.

Ditanya alasan bermain e-commerce, Andhika menjawab bahwa saat ini adalah eranya online. Dari berbagai data yang ia dapat, ia melihat ada pertumbuhan e-commerce yang semakin kencang.

"Kami percaya diri di e-commerce. Karena barang kami sendiri di pasar offline sudah diterima dengan baik. Nah online-nya ini kami ingin menguji dan concern di sana," paparnya.

Meski mengarah ke online, Andhika menampik akan menutup toko ritel. Karena menurutnya online dan offline saling melengkapi.

"Kebiasaannya beda-beda, ada orang yang mau coba dulu di offline, dia pegang barang, kedua ketiganya beli di online. Ada juga yang beli di online langsung," pungkasnya. (mag/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed