Jumat, 10 Nov 2017 11:38 WIB

Mantan Presiden Facebook Kini Anti Facebook, Kenapa?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sean Parker dan istrinya. Foto: Instagram Sean Parker dan istrinya. Foto: Instagram
Jakarta - Sean Parker, presiden pertama Facebook, menyatakan kalau jejaring sosial itu sengaja dirancang untuk membuat penggunanya kecanduan. Dan belakangan, ia sendiri sudah tidak mau mengaksesnya.

Tidak cuma Facebook, dia juga tidak menggunakan media sosial yang lain. "Karena terlalu membuang waktu," kata Parker, dikutip detikINET dari BBC.

Namun demikian, Parker mengaku masih memiliki akun Facebook yang tak pernah lagi dibukanya. "Jika Mark mendengar hal ini, dia mungkin bakal menutup akunku," candanya.

Sebelumnya, Parker menyebut bahwa sejak awal, Facebook dirancang agar pengguna menghabiskan waktu selama mungkin di situs itu.

"Artinya kami perlu memberikan kalian sedikit kesenangan, karena seseorang suka atau mengomentari postingan kalian. Dan itu akan berkontribusi pada lebih banyak konten dan kalian mendapat lebih banyak like serta komentar," papar dia.

Jasa Parker dalam perkembangan awal Facebook sangat besar. Dia dikatakan yang mendorong tampilan bersih Facebook dan fungsi berbagi foto.

"Sean sangat vital dalam membantu mentransformasi Facebook dari proyek kampus menjadi perusahaan sesungguhnya," sebut Zuckerberg dalam sebuah kesempatan.

Saksikan video 20detik tentang Facebook di sini:

[Gambas:Video 20detik]

Sayang, Parker hanya singkat saja jadi presiden Facebook, cuma setahun. Tahun 2005, polisi menemukan kokain di rumah yang disewa Parker. Ia sempat ditahan walaupun dibebaskan. Peristiwa ini membuat investor Facebook kecewa dan Parker tak punya pilihan selain lengser. Walaupun demikian, Parker tetap aktif berhubungan dengan Zuck dan tetap membantu Facebook. (fyk/fyk)
Sean Parker dan istrinya. Foto: Instagram
Foto: Instagram
Foto: Instagram
Foto: Instagram
Foto: Instagram
Foto: Instagram
Foto: Instagram
Foto: Instagram
Foto: Instagram
Foto: dok. Vanity Fair
Foto: Instagram
Foto: Instagram
Foto: Instagram
Foto: Getty Images
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed