Pencapaian tersebut terjadi pada 26 Oktober 2017 lalu. Keberhasilan itu, menurut Grab, tidak terlepas dari pertumbuhan yang signifikan tahun ini.
"Kami mampu melipatgandakan skala bisnis secara drastis dalam waktu singkat. Saya sangat berterima kasih kepada seluruh mitra pengemudi,
penumpang, para investor dan rekanan kami atas dukungan mereka, serta tim Grab yang luar biasa yang bersama-sama telah berhasil mencapai peningkatan skala secara masif ini," kata Co-Founder dan CEO Grab Anthony Tan, dalam keterangan resmi yang diterima detikINET, Selasa (7/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Grab mengenjot pusat riset dan pengembangannya. Belum lama ini, mereka juga mengumumkan penunjukan Theo Vassilakis sebagai Chief Technology Officer. Perusahaan yang bermarkas di Singapura ini telah pula menggandakan pusat risetnya dari tiga menjadi enam, dengan kehadiran pusat riset baru di Bengaluru, India, Ho Chi Minh City, Vietnam, dan Jakarta, Indonesia.
Anthony Tan, Co-Founder and CEO of Grab. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman |
Grab saat ini menyediakan layanan mobil, motor, taksi, dan carpooling di tujuh negara dan 142 kota di Asia Tenggara. Saat ini, Grab telah menguasai 95% pangsa pasar dalam third-party taxi-hailing dan 72% dalam private vehicle hailing.
Mereka mengklaim telah menjadi armada transportasi darat terbesar di Asia Tenggara dengan lebih dari 2 juta pengemudi dalam platformnya. Ada 3,5 juta perjalanan Grab setiap harinya se-Asia Tenggara, dan aplikasinya telah diunduh di lebih dari 68 juta perangkat mobile. (afr/rns)
Anthony Tan, Co-Founder and CEO of Grab. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman