Selasa, 26 Sep 2017 13:50 WIB

Apple Pilih Promosikan WeChat Ketimbang WhatsApp

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Istimewa/CNBC Foto: Istimewa/CNBC
Jakarta - CEO Facebook Mark Zuckerberg sudah mencoba bermacam cara untuk mendekati pemerintah China, namun akhirnya WhatsApp pun ikut diblokir di sana, menyusul Instagram dan Facebook.

Seharusnya Zuck mengikuti cara Apple untuk 'menjilat' pemerintah China, yang terbukti sukses. App Store bisa beroperasi dengan normal di Negeri Tirai Bambu, begitu juga dengan iMessage, layanan sejenis WhatsApp milik Apple.

Salah satu contoh kecil usaha Apple dalam 'menjilat' pemerintah China dilakukan saat peluncuran iPhone anyar beberapa hari yang lalu. Mungkin tak banyak yang menyadari hal ini, namun saat mereka mempresentasikan Apple Watch, COO Apple Jeff Williams menggunakan WeChat sebagai referensinya.

Saat itu Williams mempresentasikan kemampuan LTE di Apple Watch. Dan dari dua juta aplikasi pihak ketiga lain yang ada, ia memilih WeChat sebagai contoh, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (26/9/2017).

Seorang profesor dari Harvard Busines School bernama Willy Shih pernah mengadakan sebuah penelitian soal WeChat pada 2015 lalu. Menurutnya, konsumen di China lebih banyak menggunakan WeChat ketimbang layanan lain seperti email atau bahkan SMS.

"Semua konsumen di China yang saya tahu atau saya pernah lihat lebih sering menggunakan WeChat ketimbang email, juga SMS. Ini adalah platform media sosial paling besar di China, jadi Apple harus menggarapnya," ujar Shih.

Ini juga bukan pertama kalinya Apple mempromosikan WeChat dalam presentasinya. Pada saat peluncuran Apple Watch pertama 2015 lalu, eksekutif Apple Kevin Lynch juga mendemonstrasikan WeChat pada jam tangan pintar itu.

Saksikan video tentang WhatsApp yang diblokir di China:

[Gambas:Video 20detik]

(asj/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed