Selasa, 01 Agu 2017 11:31 WIB

d'Youthizen Motorola

Kunci Sukses Motorola Garap Smartphone Modular

Agus Tri Haryanto - detikInet
Moto Z (Foto: Anggoro Suryo Jati/detikINET) Moto Z (Foto: Anggoro Suryo Jati/detikINET)
Malang - Smartphone dengan konsep modular atau bagian-bagian ponsel yang bisa dilepas-pasang, merupakan inovasi vendor untuk mempermudah pengguna dalam berakselerasi memanfaatkan perangkatnya. Tapi tak semua produsen ponsel terbilang sukses menghadirkan smartphone modular.

Sebut saja Google dengan Project Ara yang pengembangannya harus berhenti di tengah jalan. Lalu ada LG melalui G5 dan G5 SE yang kabarnya tidak diminati konsumen. Melihat kompetitornya tersebut, Motorola mengambil hikmahnya.

Melalui Moto Z , Moto Z Play, Moto Z2 Play, Motorola memberikan kunci sukses menggarap smartphone modular. Seperti yang diungkapkan oleh Effendi Susanto selaku Trainer Lead Lenovo Indonesia di sela-sela acara d'Youthizen Motorola Malang.

"(Smartphone modular) terbilang baru juga, gak sih. Vendor coba konsep modular tapi gak berhasil karena seamless experience-nya gak dapat, seperti harus matikan ponselnya dulu baru pasang. Kamera bagus pake modular kamera, foto itu berkaitan dengan momen, kalau matikan ponsel, ya sudah hilang momennya," ujarnya.

Sementara untuk di ponsel Motorola sendiri, dikatakan Effendi, pengguna tak perlu mematikan ponselnya dulu untuk bisa menggunakan mods (perangkat modular tambahan untuk smartphone Motorola). Ada empat mods yang ditawarkan oleh perusahaan naungan Lenovo ini, yaitu camera mod, speaker mod, projector mod, dan power mod.

 Kunci Sukses Motorola Garap Smartphone ModularEffendi Susanto (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)



"Di Motorola tinggal tempel sudah bisa digunakan, praktis banget. Misalnya Moto Z yang modular ini bisa dipakai sehari-hari, liburan untuk kebutuhan foto jarak jauh, dan bisa dipakai lama," ucap Effendi.

Jika berbicara revolusi smartphone dari kacamata vendor, menurutnya ke depan tak akan banyak perubahan. Beda ceritanya kalau dibandingkan dengan dahulu, awal kemunculan ponsel pertama kali untuk kebutuhan telepon lalu ditambah dengan SMS, muncul smartphone dengan kemampuan foto di dalamnya.

"Layar berubah jadi bisa disentuh dari awalnya keyboard fisik. Berubah juga paling dari sisi penambahan RAM, layar makin tipis atau tanpa bezel, hingga meningkatnya resolusi kamera, jadi ke depan tak banyak teknologi," tuturnya. (rns/rns)