"Meminta ide," tulis Bezos di Twitter sembari memposting sebuah gambar berisikan sejumlah tulisan cukup panjang yang menjelaskan tulisannya itu.
"Kupikir strategi filantropi itu bertolak belakang dengan bagaimana aku menghabiskan waktuku, yaitu dengan bekerja untuk jangka panjang," lanjut Bezos dalam akun @JeffBezos itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Bezos sudah pernah mendukung sebuah yayasan yang dibuat oleh orang tuanya yang bergerak di bidang pendidikan. Keluarga Bezos pun sudah pernah memberikan lebih dari USD 40 juta ke Fred Huthinson Cancer Research Center, yang lokasinya tak jauh dari kantor pusat Amazon di Seattle.
Namun jika dibanding orang-orang terkaya lain seperti Bill Gates dan Mark Zuckerberg, sumbangan dari Bezos itu memang tak ada apa-apanya. Bezos memang belum masuk ke dalam daftar ratusan orang terkaya di dunia yang memberikan lebih dari setengah kekayaannya untuk kegiatan filantropi.
Kicauan Bezos ini mendapat 4000 balasan dalam tiga jam pertama sejak diposting. Dan saat berita ini dibuat, jumlah balasan ke kicauan itu mencapai 38 ribu, demikian dikutip detikINET dari Venture Beat, Senin (19/6/2017).
Kekayaan Bezos belakangan ini terus meningkat, bahkan sampai hampir menyalip posisi Bill Gates sebagai orang terkaya sejagat. Pekan lalu, Amazon baru saja mengumumkan pembelian retail makanan Whole Food yang membuat harga saham mereka melonjak. Pembelian ini menambah pundi kekayaan bersih Bezos senilai USD 1,8 miliar.
Berdasarkan data Bloomberg, total kekayaan Bezos saat ini menjadi USD 84,6 miliar atau di kisaran Rp 1.124 triliun. Kurang USD 5 miliar lagi, dia bisa mengalahkan Bill Gates sebagai orang terkaya sedunia.
(asj/fyk)Request for ideas⦠pic.twitter.com/j6D68mhseL
β Jeff Bezos (@JeffBezos) June 15, 2017