Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Tokyo
Lebih Dekat dengan Clova, Platform AI Buatan Line
Laporan dari Tokyo

Lebih Dekat dengan Clova, Platform AI Buatan Line


Adi Fida Rahman - detikInet

Director and CSMO Line Corporation Jun Masuda. Foto: Adi Fida Rahman/detikinet
Tokyo - Era artificial intelligence (AI) dimulai. Pada vendor teknologi pun berbondong membuat platform kecerdasan buatan mereka, tidak terkecuali Line yang membesut Clova.

Clova merupakan platform AI berbasis cloud. Pertama kali diperkenalkan dalam ajang Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, pada awal Maret lalu. Dan dalam perhelatan Line Conference 2017, Clova dipaparkan lebih dalam termasuk implementasinya.

Director and CSMO Line Corporation Jun Masuda mengatakan pihaknya sadar betul augmented reality akan menjadi tren ke depan. Agar tidak tertinggal, Line pun ikut terjun ke dunia kecerdasan buatan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi, alih-alih berkolaborasi dengan aliansi perusahaan teknologi yang telah mengembangkan paltform AI, Line pilih menggarap sendiri. Tentu hal itu bukan tanpa alasan.

"Jika menggunakan platform lain, kami akan sulit mengembangkan sesuai kebutuhan. Dengan punya platform sendiri, kami bisa melebarkan layanan," kata Jun saat sesi media interview yang berlangsung di kantor pusat Line, Shinjuku, Tokyo, Jumat (16/6/2017).

Lebih lanjut Jun mengatakan, CEO Line Takeshi Idezawa cukup perhatian khusus soal AI. Takeshi punya pandangan AI dijadikan sistem operasi yang terpisah dari aplikasi pesan Line.

"Line punya platform pesan sendiri dan cukup menjadi teratas di iOS dan Android. Ini merupakan kisah sukses yang unik. Tapi jika melihat AI, sangatlah beda," ujarnya.

Lebih Dekat dengan Clova, Platform AI Buatan LineDirector and CSMO Line Corporation Jun Masuda. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET


"Teknologinya tidak sederhana dan interface-nya sederhana. Idezawa menunjukan AI mungkin akan menjadi sistem operasi terpisah," papar pria yang dikerap disebut Bapak Clova itu.

Akhirnya, tim developer Line pun melakukan pengembangan hingga terciptalah platfom cloud AI. Proses selanjutnya memberinya nama. Ini pun butuh proses yang tidak singkat.

Line melakukan penyeleksian nama dengan sejumlah pertimbangan. Nama tersebut harus singkat dan mudah diucapkan. Selain itu mengandung sisi emosional.

"Ada ratusan kandidat nama yang didapat. Kami cek nama populer wanita agar lebih ada sisi emosionalnya. Kami pun meminta karyawan mengucapkan dan mengulanginya," ungkap Jun.

Pada akhirnya, Line memberikan nama platform AI-nya dengan nama Clova. Meski sudah diperkenalkan, Clova masih terus dikembangkan. Bahkan, Line menjadikannya visi perusahaan dalam lima tahun ke depan.

"AI baru mulai dioptimalkan. Kami belum tahu user experience yang terbaik itu seperti apa. Di dunia pun saat ini masih mencari bentuk terbaik. Masih banyak yang perlu dilakukan," ujar pria berkacamata itu.

Open Source

Lebih Dekat dengan Clova, Platform AI Buatan LineDirector and CSMO Line Corporation Jun Masuda. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET


Dengan membuat platform AI sendiri, Line sebenarnya punya hak membenamkan layanannya secara eksklusif di Clova. Tapi mereka pilih tidak melakukan itu. Malah, Line membuka diri untuk berkolaborasi.

"Kami tidak menutup diri. Kami mau bermitra dengan perusahaan lain untuk makin mengoptimalkan Clova. Karena itu, kami rilis SDK (software development kit) Clova," ujar Jun.

Saat ini, Line telah melakukan kolaborasi dengan sejumlah perusahaan dalam pengadopsian Clova. Pertama FamilyMart, nantinya Clova akan diintegrasikan dalam layanan di semua gerai merek yang ada di Jepang.

Line pun telah berkerjasama dengan Toyota. Nantinya, kendaraan besutan Toyota akan memanfaatkan Clova guna menghubungkan mobil dengan aplikasi di smartphone atau tablet. (afr/rou)





Hide Ads