BERITA TERBARU
Minggu, 28 Mei 2017 18:32 WIB

Catatan dari Mountain View

Mengintip Masa Depan di Google I/O 2017

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Rachmatunnisa/detikINET Foto: Rachmatunnisa/detikINET
California - Shoreline Amphitheatre di Mountain View, California, Amerika Serikat meriah dengan perhelatan Google I/O pada 17-19 Mei 2017 lalu. Sekitar 7.000 developer dan 400 jurnalis serta influencer dari berbagai dunia berkumpul, menyaksikan teknologi teranyar Google untuk masa depan.

Dalam catatan detikINET yang ikut menghadiri ajang festival developer ini, tema besar yang jadi fokus Google di tahun ini masih machine learning dan artificial inteligent (AI) alias kecerdasan buatan, namun di tahun ini berbicara soal implementasinya yang lebih dalam.

Sedikit kilas balik, pada I/O 2016, CEO Google Sundar Pichai menyebutkan bahwa seluruh layanan dan teknologinya perlu ditunjang machine learning yang terus belajar dari kebiasaan kita dan menjadi cikal bakal AI.

Nah, di Google I/O 2017, kecanggihan machine learning dan AI digaungkan sebagai inti dari apa yang dikerjakan dan terus dikembangkan Google. Pichai dan jajaran eksekutif Google lainnya mengemukakan misi Google yang kini beralih dari 'mobile first' ke 'AI-first'.

CEO Google Sundar Pichai memaparkan bahwa Google secara konstan terus berinvestasi pada platform yang menghubungkan para developer ke miliaran pengguna di dunia. Di acara ini juga, para developer belajar banyak mengenai infrastruktur dan layanan baru yang membawa aplikasi mobile mereka ke tahap selanjutnya.

Pengumuman Penting:

Android O

Mengintip Masa Depan di Google I/O


"Saat ini ada dua miliar pengguna bulanan aktif perangkat Android!," kata CEO Google Sundar Pichai di atas panggung, saat membuka pengumuman mengenai Android O.

Mengintip Masa Depan di Google I/O


Android O memang menjadi highlight Google I/O tahun ini. Sejumlah fiturnya antara lain picture-in-picture, notification dots, autofill passwords dan smart text selection.

Tak kalah penting, Android O dioptimalkan untuk menciptakan pengalaman menggunakan perangkat yang disebut Google 'fluid experience', serta meningkatkan performa dan daya tahan baterai.

Android Go

Mengintip Masa Depan di Google I/O


Android Go adalah versi ringan dari Android O, yang juga merupakan inisiatif Google merangkul lebih banyak orang menggunakan smartphone dan internet. Platform ini dioptimalkan untuk bekerja di ponsel murah dengan spesifikasi rendah, terutama ponsel dengan kapasitas RAM 512 MB sampai 1 GB.

Google Lens

Google Lens adalah teknologi yang membuat kamera menjadi pintar, karena berbalut artificial inteligent (AI) alias kecerdasan buatan.

Mengintip Masa Depan di Google I/O


"Kamera smartphone tak hanya melihat apa yang Anda lihat, tetapi juga 'memahami' apa yang dilihatnya dan membantu mengambil tindakan," kata CEO Google Sundar Pichai saat memperkenalkan Google Lens di panggung I/O 2017.

Smart Reply di Gmail

Mengintip Masa Depan di Google I/O


Fitur pintar untuk membalas pesan Gmail yang menghemat waktu pengguna. Memanfaatkan AI dan machine learning, Smart Reply akan merekomendasikan tiga respons cepat yang sesuai dengan konteks percakapan untuk langsung dikirimkan sebagai balasan email.

Google Assistant di iOS

Google memperluas Google Assistant ke iOS, meskipun sang raksasa internet tahu bahwa mereka harus bersaing keras dengan layanan serupa yakni Siri di platform tersebut.

Mengintip Masa Depan di Google I/O


Asisten virtual Google ini sudah dipakai di lebih dari 100 juta perangkat, dan kehadirannya di platform iOS bakal semakin memperluas ketersediaannya.

Selebihnya, pengumuman yang disampaikan merupakan update kemampuan dan fitur dari Google Photos, Google Home, Google Play, Virtual Reality Daydream, YouTube, dan tentu saja sejumlah tool developer mulai dari Google Cloud, Firebase, sampai TensorFlow.

Arena bermain Sandbox

Misi Google untuk masa depan tergambar pada 3 keynote, 190 sesi, dan tentu saja arena Sandbox yang menjadi tempat untuk merasakan sendiri bagaimana teknologi Google bekerja.

Mengintip Masa Depan di Google I/O 2017


Sandbox memang membuat Google I/O semakin seru. Area hands on yang dibagi dalam beberapa bangunan berbentuk kubah putih ini ibarat wahana bermain bagi partisipan Google I/O yang sayang jika dilewatkan.

Tak heran, partisipan Google I/O rela antre dari Sandbox satu ke Sandbox lainnya demi menjajal setiap 'mainan' yang ditawarkan. Ada Sandbox yang mendemokan cara kerja Android, Google Assistant, VR Daydream dan AR Tango dan masih banyak lagi. Kemasannya menyenangkan dan interaktif, jauh dari kesan 'berat'.

Secara keseluruhan, Google I/O memang didesain menampilkan kultur fun, casual dan out of the box yang lekat dengan citra Google. Sambil menjelajahi seisi Shoreline Amphitheatre, kita disuguhi berbagai spot menarik, suasana santai dan penuh warna-warni serta pernak-pernik khas Google, musik kekinian dan makanan serta minuman gratis yang boleh dinikmati sepuasnya.

Saksikan video 20detik tentang keseruan Google I/O di sini:




Google sendiri lebih suka menyebut I/O bukan sebagai konferensi developer, melainkan outdoor developer festival yang lebih berkesan casual dan menjanjikan banyak keseruan.

Yang jelas, ajang Google I/O paket lengkap. Dapat ilmu baru, bisa emperluas koneksi dengan teman baru dari berbagai negara, dapat kesempatan bertemu seleb tech dan selfie dengan CEO Google Sundar Pichai, seru-seruan, dan perut pun kenyang!

(rns/rou)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed