Berdasarkan laporan warga yang masuk lewat aplikasi Qlue, macet dan banjir memang masih berada di 10 besar masalah Jakarta. Namun posisinya bukan berada di urutan teratas.
Adapun lima permasalahan utama Ibu Kota dalam tiga bulan terakhir meliputi sampah, parkir dan iklan liar, pelanggaran dan fasilitas umum. Sementara urutan 6 hingga 10 meliputi jalan rusak, pedagang kaki lima liar, macet, penerangan jalan dan banjir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Ketua RT 07/08 Cipulir coba aplikasi Qlue (Iqbal/detikcom) |
Selain permasalahan tadi, Qlue turut pencatat presentase penanganan laporan yang dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta sepanjang kuartal pertama 2017. Data Qlue menunjukkan pemerintah telah menangani 94,8% laporan sampah, 87,1% laporan iklan liar, 83,3% laporan banjir, 71,3% laporan pelanggaran, 68% laporan kemacetan, 66,7% laporan fasilitas umum, 66,6% laporan penerangan jalan, 59,6% laporan parkir liar, 59% laporan jalan rusak, dan 44,3% laporan pedagang kaki lima liar.
Untuk diketahui aplikasi Qlue sering data pengaduan secara rutin tiap tiga bulan sekali. Selain bentuk pertanggungjawaban kepada pemerintah DKI Jakarta, data tersebut dapat digunakan masyarakat memantau, mengawasi, dan menilai kinerja aparat.
"Harapannya, adanya data ranking dapat dimaknai dengan baik oleh aparat pemerintah untuk meningkatkan pelayanan bagi warganya atau peningkatan pelayanan pihak swasta kepada pelanggannya. Lebih dari itu, ranking ini juga dapat dimaknai positif oleh masyarakat luas bahwa satu laporan melalui Qlue untuk membawa perubahan positif bagi Kota Jakarta," pungkas Ivan. (afr/afr)
Foto: Ketua RT 07/08 Cipulir coba aplikasi Qlue (Iqbal/detikcom)