Vice President News Feed Facebook Adam Mosseri, mengatakan pihaknya memahami bahwa orang-orang ingin melihat informasi akurat di Facebook, begitu juga dengan perusahaannya.
"Berita palsu merugikan komunitas kami dan berita tersebut membuat dunia semakin kurang informasi. Semua pihak memiliki tanggungjawab untuk menghentikan penyebaran berita palsu," ujar Mosseri dalam keterangannya, Minggu (9/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mosseri menjelaskan Facebook fokus memerangi penyebaran berita palsu dalam tiga area, meliputi menghambat insentif ekonomi, membuat produk-produk baru, dan membantu pengguna agar bisa mengambil keputusan berdasarkan informasi yang cukup.
Kehadiran penangkal hoax di Facebook itu sebagai upaya berkelanjutan setelah berkonsultasi dengan First Draft. Lewat perangkat edukasi ini merupakan kolaborasi Facebook dan First Draft guna membantu orang-orang mengenali hoax.
Untuk informasi, First Draft adalah organisasi non-profit yang didedikasikan untuk meningkatkan kemampuan dan standar dalam melaporkan serta berbagi informasi secara online.
Namun disayangkan perangkat edukasi ini tidak bersifat permanen, hanya tersedia beberapa hari saja.
"Kami membuat fitur ini terlihat di bagian atas news feed selama beberapa hari di Facebook di 14 negara, termasuk Indonesia, Myanmar, Korea Selatan, Taiwan, hingga Filipina," ungkapnya. (rou/rou)