Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
CEO Uber Siap Bayar Sopir yang Gagal Masuk AS

CEO Uber Siap Bayar Sopir yang Gagal Masuk AS


Fino Yurio Kristo - detikInet

Kalanick. Foto: GettyImages
Jakarta - CEO Uber, Travis Kalanick, ikut menjadi salah satu sosok di jagat teknologi yang menentang kebijakan imigrasi baru dari presiden AS, Donald Trump. Kalanick bahkan berjanji memberi kompensasi pada pengemudi Uber yang terkena dampak peraturan itu.

Peraturan dimaksud menangguhkan akses masuk bagi warga tujuh negara - Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman - menuju Amerika Serikat selama 90 hari ke depan. Nah, ada beberapa pengemudi Uber yang berasal dari sana.

"Perintah ini memiliki dampak luas karena berdampak pada nasib ribuan mitra-pengemudi yang menggunakan Uber dan berasal dari negara-negara tersebut, banyak yang sedang rehat dan berada atau bepergian ke negara asal mereka untuk menemui keluarga besar," tulis Kalanick dalam email ke karyawan Uber.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rupanya ada beberapa pengemudi ini kini sedang berada di luar AS dan tak bisa kembali dalam 90 hari ke depan. Mereka pun tak bisa mencari pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dan keluarga.

"Kami sedang melakukan proses identifikasi para mitr pengemudi dan memberikan kompensasi selama tiga bulan mendatang untuk membantu mengurangi beban keuangan dan permasalahan akibat tidak bisa menafkahi dan memberi makan para anggota keluarga mereka," tambahnya.

Travis sendiri ikut masuk dalam kelompok yang menjadi penasihat Trump di bidang ekonomi. Ia berjanji akan menyampaikan kegelisahan soal kebijakan baru imigrasi itu langsung kepada Trump.

"Walau setiap pemerintah memiliki kendali imigrasi sendiri; memperbolehkan warga dari seluruh dunia untuk datang ke sini dan menjadikan Amerika rumah mereka telah menjadi bagian kebijakan Amerika Serikat sejak negara ini didirikan," paparnya.

"Ini berarti, pelarangan ini akan memiliki dampak bagi banyak warga yang tidak berdosa, sebuah masalah yang akan kami diskusikan pada hari Jum'at mendatang saat saya pergi ke Washington untuk pertemuan pertama Kelompok Penasehat Ekonomi Presiden Trump," pungkas Kalanick.

(fyk/fyk)







Hide Ads