Minggu, 29 Jan 2017 16:22 WIB

Pendiri Google Kepergok Ikut Demo Protes Kebijakan Trump

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: Anggoro Suryo Jati/detikINET Foto: Anggoro Suryo Jati/detikINET
Jakarta - Google barangkali termasuk perusahaan teknologi yang paling tidak senang dengan kebijakan baru presiden AS Donald Trump untuk membatasi imigran ataupun memperketat pemberian visa. Bahkan salah satu pendiri Google, Sergey Brin, tak ragu ikut demo memprotes Trump.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan karyawan Google kemungkinan terkena dampak kebijakan baru Trump karena mereka terkait dengan 7 negara yang penduduknya untuk sementara dilarang masuk AS. Itu membuat Google kalang kabut dan meminta mereka cepat kembali ke AS.

Brin yang sekarang menjabat Presiden Alphabet, induk perusahaan Google, terlihat ikut dalam barisan pendemo di San Francisco International Airport. Memang banyak warga AS berdemo di bandara untuk memprotes kebijakan Trump.

Brin sendiri menolak berkomentar soal aksinya itu. Dia hanya mengatakan datang atas nama pribadi dan merasa tergerak ikut demo karena merasa dirinya juga adalah seorang pengungsi.

Brin memang tidak dilahirkan di AS. Pada tahun 1979, keluarga Brin mengungsi dari Uni Soviet ke AS untuk menghindari ancaman pada keluarga keturunan Yahudi yang merebak kala itu.

Memang beberapa petinggi Google juga bukan kelahiran AS, apalagi para karyawannya yang berasal dari banyak negara. Sebut saja CEO Google, Sundar Pichai, adalah pria kelahiran India. (fyk/fyk)