Dikutip detikINET dari New York Post, Google telah meminta sekitar 200 karyawannya yang sedang bepergian ke mancanegara untuk segera kembali ke AS. Dikhawatirkan mereka akan terkena dampak kebijakan baru Trump dan susah memasuki Negeri Paman Sam.
Seperti diberitakan sebelumnya, Trump melarang warga dari 7 negara yaitu Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman untuk memasuki AS selama 90 hari, sebelum akan diberlakukan peraturan baru yang lebih ketat dalam proses pemberian visa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami kecewa akan dampak aturan ini dan juga proposal lain yang bisa membatasi karyawan Google dan keluarga mereka, atau bisa menciptakan penghalang dalam membawa talenta berbakat ke AS," tulis CEO Google, Sundar Pichai, dalam memo internal pada para karyawannya.
"Menyakitkan melihat ongkos personal akibat perintah eksekutif ini kepada para kolega kita," tambah pria keturunan India tersebut.
Google telah meminta timnya untuk membantu karyawan yang mungkin terkena dampak peraturan baru tersebut. Mereka ini biasanya bekerja di AS, namun sedang berada di luar negeri untuk liburan atau tugas pekerjaan.
Sebagian besar perusahaan teknologi termasuk Google memang tidak setuju dengan kebijakan Trump ini. Mereka banyak mempekerjakan karyawan dari banyak negara dan tidak sedikit yang memiliki keahlian tinggi.
Simak video 20detik di bawah ini:
(fyk/fyk)