Commercial Director PT Mega Akses Perdana (FiberStar) Thomas Dragono menyebutkan generasi milenial berusia 13-24 tahun merupakan pengakses internet yang paling banyak mengkonsumsi konten streaming, terutama video.
Berdasarkan riset FiberStar tahun lalu, YouTube menempati urutan teratas konten video yang sering diakses generasi ini sebesar 67%. Rata-rata orang Indonesia, menghabiskan 229 menit per hari menonton video.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Head of Product Google Accelerator Scott Dougall menyebutkan, video tak hanya menjadi hiburan tersendiri bagi netizen. Semua orang yang terhubung internet kini bisa memanfaatkan video untuk mencari inspirasi, bahan belajar, bisa juga membuat video sendiri mulai dari tips, tutorial sampai video iseng.
"Asupan video ini fungsinya macam-macam, mulai dari menghilangkan stres, mempelajari hal-hal baru, atau mencari berita terbaru. Namun keasyikan ini kerap terganggu dengan adanya buffering. Menonton video jadi tidak nyaman," ujarnya.
Kondisi inilah yang kemudian menjadi sasaran pasar perangkat Accelerator. Menggandeng penyedia layanan internet FiberStar, Google menjanjikan Accelerator meningkatkan kenyamanan menonton konten video tanpa buffering.
"Accelerator akan memutar video secara langsung dan meminimalisasi buffering. Selain itu juga membantu mengurangi penggunaan bandwith di lokasi tersebut," klaim Dougall.
Google dan FiberStar menyasar pengelola mall, hotel, universitas dan institusi lain untuk produknya ini. Keduanya sesumbar bahwa Accelerator bisa dimanfaatkan menarik jumlah pengunjung mall, hotel atau sebuah tempat lebih banyak, karena betah berlama-lama menonton YouTube dan konten streaming lainnya di lokasi tersebut. (rns/fyk)