Ratusan pemilik tanah itu ada yang masih hidup atau sudah meninggal. Meski awalnya banyak dikecam dan dianggap menyebalkan, pihak Zuckerberg lalu berkilah bahwa proses hukum itu diperlukan agar pemilk tanah mendapat bagian uang pembelian yang sepantasnya.
Dikutip detikINET dari CBS, di Hawaii memang kadang kepemilikan tanah tidak jelas. Bahkan mungkin ada yang tidak menyadari bahwa ada tanah yang menjadi miliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah proses untuk mengidentifikasi semua pemiliknya, dan memastikan jika ada pemilik ganda, setiap dari mereka akan mendapat bagian yang sepantasnya," lanjut mereka.
Zuckerberg belakangan memang semakin giat membelanjakan uangnya untuk properti sekaligus makin melindungi privasinya. Belum lama ini, dia membangun tembok di tanahnya di Hawaii itu yang sempat dikritik warga lokal karena menghalangi pandangan mereka ke laut.
Sebelumnya, para tetangga Zuckerberg di rumah utamanya di Palo Alto juga banyak mengeluh. Itu karena suara sangat berisik yang ditimbulkan dari renovasi rumah Zuck. (fyk/fyk)