Ya agaknya kemenangan Trump membawa sial buat Zuck. Seperti dikutip detikINET dari Forbes, Senin (13/4/2016), sejak pilpres AS berlangsung pada 8 November lalu, kekayaan Zuck diestimasi anjlok dalam jumlah cukup besar, yakni hampir USD 3,7 miliar.
Angka itu berdasarkan penurunan harga saham Facebook sebesar 7% sejak pilpres tersebut. Namun demikian, dengan harta kekayaan tersisa USD 49 miliar menurut perhitungan terkini dari Forbes, pria drop out universitas Harvard itu masih termasuk sosok terkaya sejagat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, Zuck tentu sadar kalau reputasi Facebook akan terancam jika tidak bertindak mengatasi penyebaran berita hoax. Apalagi tren semacam itu bukan hanya terjadi di AS, tapi juga negara lain termasuk Indonesia.
Belum lama ini, Zuck menyatakan Facebook telah berusaha menangani masalah misinformasi sejak lama dan bahwa itu merupakan isu yang kompleks. "Meski persentase dari misinformasi relatif kecil, kami memang memiliki banyak pekerjaan di depan dalam roadmap kami," tulis Zuck.
Dia membeberkan beberapa langkah yang sedang dilakukan Facebook untuk menangkal wabah hoax. Misalnya upaya mendeteksi secara otomatis konten apa yang kira-kira akan diberi flag oleh user sebelum hal itu terjadi.
Facebook akan memudahkan user melapor konten palsu, bekerjasama dengan organisasi verifikasi pihak ketiga dan jurnalis untuk pengecekan cepat serta memberi label peringatan pada konten yang sudah ditandai. Facebook juga akan mencegah pembuat berita palsu mendapat keuntungan dari sistem iklan Facebook. (fyk/rou)