Jumat, 02 Des 2016 15:12 WIB

Ratusan Lulusan Kampus Digembleng Jadi Pakar Telko

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: alif/detikcom Foto: alif/detikcom
Jakarta - Industri telekomunikasi Indonesia yang sedang berkembang turut membuka gerbang bagi masuknya tenaga kerja dari negara luar. Agar tidak dikuasai oleh asing, mau tak mau industri telekomunikasi di Indonesia harus bisa menyerap pekerja yang berasal dari dalam negeri.

Inilah yang menjadi concern PT Immobi Solusi Prima sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di industri telekomunikasi Indonesia. Menurut Rury Nazif selaku Direktur Immobi, saat ini persaingan di sektor industri telekomunikasi dirasa sangat berat.

Banyak negara-negara luar yang tergiur dengan perkembangan di sektor telekomunikasi di Indonesia. "Orang-orang dari negara luar, seperti India, China, Filipina ini banyak masuk ke Indonesia. Engineering dari luar kalau dijumlah memiliki porsi mencapai 30%. Nah, ini tidak bisa dibiarkan begitu saja," ucap Rury ketika ditemui detikINET di Fakultas Elektronik Universitas Indonesia, Jumat (2/12/2016).

Menurut Rury, lulusan asing lebih siap pakai ketimbang lulusan dalam negeri. Hal ini karena masing-masing universitas di luar negeri sudah bekerjasama dengan industri terkait.

"Sebagai contoh di China. Beberapa universitas di sana itu sudah bekerjasama dengan perusahaan di industri terkait, Huawei misalnya. Mereka punya industrinya. Jadi lulusan mereka rata-rata siap pakai. Beda dengan Indonesia, tidak punya industri," tuturnya.
Ratusan Lulusan Kampus Digembleng Jadi Pakar TelkoFoto: alif/detikcom

Sedangkan, lanjut Rury, industri telekomunikasi di Indonesia tidak bisa menunggu. Kebutuhan akan engineering semakin meningkat. Jika dirasa tidak ada lulusan yang tepat, perusahaan-perusahaan asing yang berada di Indonesia tak akan segan untuk mengambil tenaga dari luar. Sehingga porsi asing diperkirakan akan terus bertambah di tahun depan.

Karenanya, bekerjasama dengan Universitas Indonesia, Immobi sepakat untuk menggelar kegiatan bertajuk 4G-5G RNO Engineering Development Program. Dalam kurun waktu dua bulan, peserta kegiatan ini akan mendapat mentoring dalam hal engineering dan bagaimana mengoptimalkan Radio Network Engineering.

Dari total 500 peserta yang mendaftar, Immobi hanya menyaring menjadi sekitar 120 peserta. Rata-rata peserta merupakan lulusan kampus di berbagai universitas di seluruh Indonesia. Beberapa pakar dari industri terkait pun akan dihadirkan untuk memberikan mentoring, salah satunya adalah Harpro Rimeka, Expert Group Immobi.
Ratusan Lulusan Kampus Digembleng Jadi Pakar TelkoFoto: alif/detikcom

Ketimbang memberikan banyak teori, Immobi lebih memilih memperbanyak praktik. "Porsinya nanti itu 30% teori, 70% praktik. Akan kami ajak keliling ke site BTS di sekitar kampus UI," papar Rury.

Nantinya, dari 120 peserta tadi akan diambil 15%-nya dan akan disalurkan ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga ahli di bidang telekomunikasi. "Perekrutan untuk berbagai macam perusahaan di sektor telekomunikasi. Bisa itu Telkom, Ericsson, Nokia, macam-macam. Tapi nanti yang sisanya juga akan kami bantu salurkan," pungkasnya. (mag/fyk)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed