Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Grab Kembali Pepet Go-Jek

Grab Kembali Pepet Go-Jek


Adi Fida Rahman - detikInet

Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta - Grab kembali tak mau kalah dari Go-Jek. Kali ini untuk urusan pembayaran non tunai pelanggan lewat layanan Grab Pay.

Layanan ride sharing asal Malaysia ini menambahkan kemudahan isi ulang pada Grab Pay. Sejak diperkenalkan awal tahun lalu, top-up GrabPay hanya terbatas pada kartu kredit.

Kini dengan diperkenalkan fasilitas Grab Pay Credit, perusahan yang dikomandoi Anthony Tan ini menyediakan opsi top-up dengan berbagai cara. Pelanggan Grab dapat mengisi ulang lewat transfer dari sejumlah Bank maupun mini market.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Indonesia ini meski penetrasi internet dan smartphone meningkat, tapi penggunaan kartu kredit masih minim. Saat ini jumlahnya 17 juta orang," kata Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia saat presentasi layanan GrabPay Credit di Jakarta, Selasa (28/11/2016).

Grab Kembali Pepet Go-JekFoto: detikINET/Adi Fida Rahman

Untuk melakukan top-up GrabPay Credits dapat dilakukan dengan opsi sebagai berikut:

Jaringan ATM berlogo Alto, Bersama, Prima, BCA, BNI, BRI, CIMB Niaga dan Bank Permata
Transfer BCA, BNI, BRI, CIMB Niaga dan Bank Permata
Rekening e-Money Doku Walet dan Mandiri eCash
Alfamart, Dan+Dab serta Lawsons

Adapun pecahan top-up yang tersedia mulai Rp 50 ribu, Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Sementara maksimum saldo yang dapat tersimpan Rp 1 juta.

"Untuk setiap top-up dikenakan biaya transfer bank dan administrasi mini market sebesar Rp 6.500," jelas Bernard Hossana, Country Product Manager Grab Indonesia di tempat yang sama.

Grab Kembali Pepet Go-JekFoto: detikINET/Adi Fida Rahman

Lebih lanjut Bernard mengatakan GrabPay Credit baru hadir di Indonesia dan Singapura. Dalam waktu dekat layanan ini akan merambah di sejumlah negara di ASEAN di mana Grab hadir.

Hanya saja, top up yang dilakukan di sebuah negara, tidak dapat digunakan di negara lain. Tapi pengguna dapat melakukan top-up di negara tersebut dengan mata uang yang berlaku.

"Karena ada regulasi yang tidak memungkinan. Jadi bila pengguna men-top-up, misanya di Singapura, di aplikasinya akan ada dua mata uang, Rupiah dan dolar Singapura," jelas Bernard.

(afr/rou)
TAGS







Hide Ads