Hal tersebut diungkap pendiri sekaligus CEO Bukalapak Achmad Zaky saat berbincang dengan detikINET di sela-sela gelaran d'Youthizen di Solo.
Ia mengatakan dirinya masih percaya dengan talenta lokal. Sebab potensi yang dimiliki anak Indonesia luar biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendapat tersebut, kata Zaky, sama dengan penilaian COO Bukalapak yang baru, Wilix Halim. Menurut Wilix yang lama tinggal di Sydney, talenta lokal kita lebih bagus ketimbang di Negeri Kanguru.
"Memang buat kami, merekrut talenta lokal effortnya lebih besar, karena harus mengedukasi. Tapi mereka memiliki potensi yang luar biasa," tegasnya.
Foto: detikINET/adi fida rahman |
Meski demikian, dikarenakan industri startup Indonesia baru tumbuh, sejumlah posisi orangnya masih sedikit. Zaky mencontohkan posisi Product Manager.
Di luar, posisi Product Manager sudah seperti CEO. Ia memiliki visi yang global dan punya menguasai engineering. Berbeda dengan di Indonesia, biasanya lebih bossy, nyuruh-nyuruh dan kurang data driven.
"Kalo Product Manager bagus kan mainnya data. Punya kemampuan analis data yang kuat dan komunikasi yang bagus," jelas pria berkacamata ini.
Untuk mengatasi kekurangan ini, Zaky mengajak anak muda Indonesia tidak berhenti belajar. Agar dapat mengimbangi dengan talenta luar.
"Jika sudah mahir, bisa ngajarin adik-adiknya. Sehingga makin banyak yang jago-jago di Indonesia," pungkas Zaky. (afr/fyk)
Foto: detikINET/adi fida rahman