Pendiri sekaligus CEO Bukalapak Achmad Zaky saat berbincang dengan detikINET di sela acara d'Youthizen yang berlangsung di Hotel Solo Paragon, memberikan penjelasan.
Ia menuturkan, setiap startup punya gaya masing-masing dalam membesarkan diri. Bagi mereka yang memiliki dana berlimpah dan tak mau kehilangan momentum, mungkin salah satu cara yang dilakukan dengan cara menghamburkan uang sebagai gimmick untuk promosi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Zaky mengatakan tujuan startup 'membakar duit' ini bukan tanpa tujuan. Sejatinya lebih pada investasi yang diharapkan akan membawa keuntungan di masa depan.
CEO Bukalapak Achmad Zaky saat berbicara di d'Youthizen yang berlangsung di Solo. Foto: detikINET - Adi Fida Rahman |
Namun demikian, ia mewanti-wanti tidak semua startup harus melakukan ini. Apalagi mereka yang memiliki keuangan pas-pasan. Jadi semua harus dilakukan dengan perhitungan matang.
Go-Jek atau Grab misalnya, mereka memiliki dana trilunan rupiah. Jika mereka tiap bulannya keluar duit hingga miliaran rupiah untuk 'dibakar' untuk promosi, jumlah tersebut masih terhitung lumrah. Lain soal jika yang menilai itu startup kecil. Dana yang dikeluarkan Go-Jek maupun Grab, bisa jadi terlihat besar sekali.
"Mereka yang punya dana banyak tentu akan spend uang yang bagi startup baru kelihatan banyak. Padahal bagi startup yang sudah besar, investasi tersebut cukup kecil dan masuk akal," papar Zaky. "Jadi buat startup kecil-kecil jangan niru startup yang duitnya banyak. Karena skalanya tentu berbeda," tandasnya. (afr/rou)
CEO Bukalapak Achmad Zaky saat berbicara di d'Youthizen yang berlangsung di Solo. Foto: detikINET - Adi Fida Rahman