Setidaknya, ini salah satu tips untuk para pembuat konten video dari sutradara dan penulis skenario Monty Tiwa. Hal pertama yang menurutnya perlu diperhatikan adalah tetapkan tujuannya apa.
"Mau ngetop, berkreasi, mengeluarkan pendapat, iseng-iseng, sah-sah saja. Tapi harus tahu tujuannya apa. Karena saya lihat ada yang hanya ingin tampil, dan itu sah saja. Tapi ketika di tengah jalan mereka ingin berkarya dan hasilnya dibilang tidak bagus, mereka marah," kata Monty ditemui usai penjurian kompetisi 5Min Video Challenge di Grand Hyatt Singapura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gak bisa kalian ingin tampil di panggung yang besar, tapi hanya ingin dikomentari yang baik-baik saja. Jadi masukannya untuk vlogger itu, tau tujuan awalnya apa dan kematangan mental," sebutnya.
Dikatakannya, fenomena vlogger tak lepas dari perkembangan konten video di internet yang melesat cepat dalam tiga tahun belakangan. Siapa saja, minimal dengan bermodal smartphone dan kreativitas, bisa membuat video.
Ditambah lagi, keberadaan platform media sosial mulai dari YouTube sampai Instagram ibarat menjadi panggung besar bagi para pembuat video. Alhasil, konten video pun makin ramai dan bertebaran. Fenomena ini tak hanya terjadi secara spesifik di Indonesia, tetapi di banyak negara.
Berdasarkan pengamatannya, konten vlog di Indonesia sangat variatif. Berbagai genre ada, mulai dari komedi, drama, sampai reality show. Tak lupa, dia mengungkapkan hal menarik yang ditemuinya selama menjadi salah satu juri kompetisi 5Min Challenge.
"Kita paling banyak menggunakan teknologi baru. Contohnya drone. Rasionya, dari 10 video yang disubmit peserta Indonesia, tujuh itu pasti ada drone shot. Negara lain gak ada. Saya juga melihat hal-hal seperti color grading dan audio itu benar-benar dipikirkan. Lebih punya effort," sebutnya.
Prediksi Monty bahwa Indonesia potensial memenangkan kompetisi 5Min Video Challenge rupanya terbukti. Indonesia keluar sebagai pemenang kompetisi ini. Video berjudul Rotasi besutan Destian Rendra dan Premy Bima K asal Malang, Jawa Timur, sukses mengungguli 11 video lainnya dari segi sinematografi, kesesuaian tema, orisinalitas konten, cara bertutur yang kreatif, dan kualitas produksi.
Untuk diketahui, 5Min Video Challenge menantang movie maker membuat video berdurasi lima menit. Digagas Singtel Group, kompetisi ini merupakan kolaborasi para operator seluler yang tergabung di dalamnya yakni Singtel (Singapura), Optus (Australia), AIS (Thailand), Airtel (Afrika), Globe (Filipina), dan Telkomsel (Indonesia). Setiap negara mengirimkan dua perwakilan yang sebelumnya sudah menang di tingkat nasional. (rns/rou)