Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tips Bikin Video dari Para 'Suhu' Film 6 Negara

Tips Bikin Video dari Para 'Suhu' Film 6 Negara


Rachmatunnisa - detikInet

Peserta dan juri 5Min Video Challenge (Foto: detikINET/Rachmatunnisa)
Singapura - Final 5Min Video Challenge di Singapura pekan ini bertabur jagoan film dan sinematografi. Pasalnya, setiap negara masing-masing membawa dua jagoan mereka yang merupakan para pemenang di tingkat regional. Selain itu, para penilainya merupakan juri dari berbagai negara yang juga jago soal film.

Juri tersebut adalah Eric Khoo dari Singapura, Monty Tiwa dari Indonesia, Simon Joyce dari Australia, Philbert Ortiz Dy asal Filipina, Pratthana Leelapanang dari Thailand dan Raqey dari Tanzania. Selesai penjurian, mereka sempat mengomentari kreativitas video dari berbagai negara yang mereka nilai dan memberikan beberapa tips.

"Andai saya bisa membuat video sebagus yang kalian buat di masa muda saya," komentar Monty Tiwa usai penjurian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sutradara dan penulis skenario ini mengatakan, banyak di antara peserta yang pintar mengemas cerita dengan visual yang sukses menyentuh hati, meski dirinya tidak memahami bahasanya.

"Ini mengingatkan kami akan kekuatan visual. Visualisasi bisa mendobrak hambatan bahasa. Teruskan yang kalian lakukan saat ini. Kalian sudah berada di jalur yang benar," Monty memberikan semangat.

Juri kompetisi 5Min Video Challenge Juri kompetisi 5Min Video Challenge (Foto: detikINET/Rachmatunnisa)



Sutradara asal Singapura Eric Khoo juga mendorong para pembuat film pendek untuk konsisten berkarya. Menurut pria berkacamata ini, video pendek ibarat pintu menuju sebuah karya yang besar.

"Tetaplah membuat video pendek. Saya pun memulai dari sana. Semuanya berawal dari film pendek. Sekarang dengan adanya smartphone, siapa saja bisa membuat film pendek. Saya rasa teknologi memungkinkan lebih banyak karya tercipta. Semangatnya ada di sana, tetaplah berkarya," sebutnya.

Sementara juri dari Thailand Pratthana Leelapanang mengaku penilaian yang dilakukannya tidak terlalu fokus pada sisi teknis. Menurutnya, menjadi unik adalah hal yang tak kalah penting dalam berkarya.

"Ada banyak platform yang bisa digunakan untuk menyampaikannya. Selama Anda benar-benar unik, Anda akan berhasil memikat penonton," yakinnya.

Sesuai namanya, '5Min Video Challenge' menantang movie maker membuat video berdurasi lima menit. Digagas Singtel Group, kompetisi ini merupakan kolaborasi para operator seluler yang tergabung di dalamnya yakni Singtel (Singapura), Optus (Australia), AIS (Thailand), Airtel (Afrika), Globe (Filipina), dan Telkomsel (Indonesia). Setiap negara mengirimkan dua perwakilan yang sebelumnya sudah menang di tingkat nasional.

Indonesia memenangkan kompetisi 5Min Video Challenge Indonesia memenangkan kompetisi 5Min Video Challenge (Foto: Rachmatunnisa/detikINET)


Indonesia keluar sebagai pemenang kompetisi ini. Video berjudul Rotasi besutan Destian Rendra dan Premy Bima K asal Malang, Jawa Timur, sukses mengungguli 11 video lainnya dari segi sinematografi, kesesuaian tema, orisinalitas konten, cara bertutur yang kreatif, dan kualitas produksi.

Tak ketinggalan, Destian Rendra yang menyutradarai video Rotasi pun punya tips khusus untuk menyemangati anak-anak muda yang sedang atau baru mau memulai berkreasi membuat video pendek.

"Secara general sih, jangan pernah berhenti. Jangan takut meski baru pertama kali. Kita sendiri bikin film-film pendek dari SMA. Nantinya akan ada perubahan kalau kita terus coba, lebih bagus lagi dan lebih bagus lagi. Intinya harus konsisten. Dan banyak nonton film buat cari referensi," sebutnya .

Diakui Destian, membuat film berdurasi pendek memang tidak mudah. Namun durasi pendek menurutnya bisa menjadi kelebihan tersendiri jika benar-benar memanfaatkannya.

"Kita pernah bikin film pendek dengan durasi antara 10-15 menit kami pikir memang terlalu panjang, orang bisa bosan kadang-kadang. Bikin film pendek itu memang mati-matian supaya dalam waktu terbatas pesannya bisa sampai, jelas dan padat. Tapi itu keistimewaannya. Yang jelas ini tantangan," tutupnya.



(rns/rou)
TAGS




Hide Ads