Seperti banyak diberitakan, Hillary Clinton sempat terlibat skandal penggunaan email ketika Ia masih menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dalam kabinet pimpinan Presiden AS saat ini Barack Obama. Hillary disebut menggunakan email pribadinya untuk mengirimkan pesan-pesan kenegaraan.
Padahal kalau mengacu pada Undang Undang Pencatatan Federal AS, apa yang dilakukan merupakan pelanggaran yang harus diusut. Apalagi tercatat telah ada sekitar 650 ribu email yang telah dikirimkan Hillary sepanjang 2009 sampai 2013 ketika dirinya menjabat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
FBI menjadi lembaga yang turun tangan melakukan penyelidikan. Dan setelah melalui sejumlah penanganan, Direktur FBI James Comey memastikan kalau tak ada pelangaran yang dilakukan Hillary terkait skandal email yang menerpanya.
"Kami telah meninjau ulang semua komunikasi yang datang atau keluar dari Hillary semasa dia menjabat menteri," kata Comey, seperti dilansir Reuters.
Skandal email ini sempat dimanfaatkan oleh lawan politiknya di pemilihan Presiden AS, Donald Trump. Ia mengatakan apa yang dilakukan Hillary berpotensi mengancam keamanan negara karena potensi kebocoran rahasia yang mungkin terjadi.
"Dia akan menjadi presiden yang payah," kata Trump dalam salah satu kampanyenya. (yud/rou)