Ironisnya, sebagian besar karyawan ini justru sebelumnya diinginkan Twitter untuk bergabung. Mereka berasal dari ZipDial, yang diakuisisi Twitter senilai USD 35 juta sekitar 18 bulan lalu.
Operasional di Banglore dinilai penting, karena merupakan pusat teknis kedua setelah Amerika Serikat. Tempat ini dianggap sebagai pusat pengembangan produk yang menyasar India dan pasar berkembang lain di Asia, Amerika Latin, Afrika dan Timur Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berterimakasih kepada para individu yang telah memberikan dampak dan kontribusi berharga. Kami sebisa mungkin mengupayakan agar hengkangnya mereka dari perusahaan ini layak dan terhormat," sambung Twitter.
Twitter menolak menyebutkan jumlah pasti karyawan yang terkena dampak penutupan kantor di Bangalore ini. Sumber yang dikutip Times of India hanya menyebutkan bahwa pihaknya akan mempertahankan kehadirannya di India untuk fungsi penjualan dan hubungan dengan media.
"Kami membuka lowongan untuk posisi lain di kantor kami di seluruh India," sebut juru bicara tersebut. (rns/rou)