Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Tutup Kantor di India, Twitter Buang Duit USD 35 Juta

Tutup Kantor di India, Twitter Buang Duit USD 35 Juta


Rachmatunnisa - detikInet

Ilustrasi Twitter (detikINET/Irna Prihandini)
Jakarta - Twitter menutup operasional engineering tim teknisnya di Bangalore, India. Langkah ini berdampak pada sekitar 60 karyawan yang menjadi tim teknis.

Ironisnya, sebagian besar karyawan ini justru sebelumnya diinginkan Twitter untuk bergabung. Mereka berasal dari ZipDial, yang diakuisisi Twitter senilai USD 35 juta sekitar 18 bulan lalu.

Operasional di Banglore dinilai penting, karena merupakan pusat teknis kedua setelah Amerika Serikat. Tempat ini dianggap sebagai pusat pengembangan produk yang menyasar India dan pasar berkembang lain di Asia, Amerika Latin, Afrika dan Timur Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lebih dari 18 bulan, kami menggabungkan teknologi dan bakat dari akuisisi ZipDial di perusahaan kami. Sebagai bagian dari peninjauan bisnis normal, kami memutuskan untuk menghentikan kerja tim teknis global di Bangalore," demikian pernyataan Twitter India seperti dikutip detikINET dari Times of India, Selasa (20/9/2016).

"Kami berterimakasih kepada para individu yang telah memberikan dampak dan kontribusi berharga. Kami sebisa mungkin mengupayakan agar hengkangnya mereka dari perusahaan ini layak dan terhormat," sambung Twitter.

Twitter menolak menyebutkan jumlah pasti karyawan yang terkena dampak penutupan kantor di Bangalore ini. Sumber yang dikutip Times of India hanya menyebutkan bahwa pihaknya akan mempertahankan kehadirannya di India untuk fungsi penjualan dan hubungan dengan media.

"Kami membuka lowongan untuk posisi lain di kantor kami di seluruh India," sebut juru bicara tersebut. (rns/rou)
TAGS





Hide Ads