Jumat, 19 Agu 2016 15:03 WIB

Kisah Digaetnya Seleb Jadi Brand Ambassador Smartphone

Fino Yurio Kristo - detikInet
Henry Cavill promosi Huawei P9. Foto: Getty Images Henry Cavill promosi Huawei P9. Foto: Getty Images
Jakarta - Menggaet selebritis terkenal sebagai brand ambassador atau bintang iklan jamak dilakukan vendor smartphone. Dengan sokongan bintang besar, memang akan lebih mudah bagi mereka menaikkan pamor.

Salah satu yang belakangan giat melakukannya adalah Huawei. Mereka baru saja menyewa anak David Beckham, Brooklyn, sebagai bintang iklan smartphone Honor 8.

Sebelumnya, Huawei sudah menyewa bintang film Superman, Henry Cavill serta aktris cantik Holywood, Scarlett Johansson. Bahkan Lionel Messi konon dibayar USD 6 juta juga oleh Huawei untuk mempromosikan smartphone andalannya.

Merek ponsel baru bernama Solarin yang mengunggulkan sekuriti tingkat tinggi juga berani menyewa superstar Leonardo DiCaprio dan Tom Hardy. Harapannya tentu agar ponsel seharga ratusan juta rupiah itu mampu bergaung di pasaran.

Meski sudah sukses luar biasa, Apple pun tak lepas dari praktik semacam ini. Tahun 2014 mereka membayar band besar U2 agar lagunya diberikan gratis pada sekitar 500 juta pemilik akun iTunes.

Namun menyewa seleb tenar memang bukan jaminan produk yang didukungnya akan sukses. Contohnya saja HTC. Aktor Iron Man, Robert Downey Jr muncul di iklan smartphone HTC One dan HTC One M9 di tahun 2013 dan 2015.

Dikutip detikINET dari BBC, Jumat (19/8/2016), kampanye iklan HTC itu menghabiskan biaya USD 1 miliar. Namun hasilnya tidak memuaskan, HTC tidak juga bangkit dari keterpurukan.

Ada juga seleb yang melakukan blunder, contohnya Alicia Keys. Tahun 2012, ia turut meluncurkan model baru ponsel BlackBerry 10 dan didapuk jadi Creative Director BlackBerry. Namun tak lama kemudian, penyanyi terkenal ini malah menulis tweet dengan iPhone.

"Memang kemitraan dengan selebritis bisa menyegarkan brand teknologi untuk menjangkau audiens baru," sebut Chris Green, analis teknologi di agensi komunikasi Lewis.

"Tapi terasosiasi dengan selebritis yang tidak menjaga diri atau mengekspresikan pandangan tertentu bisa berpotensi merusak. Ini memang selalu sebuah perjudian, namun hasilnya bisa sangat besar dalam hal penjualan dan persepsi merek," pungkasnya.

(fyk/ash)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed