Antonia Garcia Martinez, mantan karyawan Facebook yang dipecat dua tahun lampau mengklaim kalau Facebook situasinya bisa disamakan dengan Korea Utara di mana Mark Zuckerberg jadi pemimpin yang harus selalu dipatuhi.
"Semuanya terasa sangat seperti Korea Utara atau Kuba," kata lelaki yang dulu menjabat sebagai Product Manager itu, dikutip detikINET dari Cnet. Ia mengutarakan pengalamannya di Facebook dalam bukunya berjudul Chaos Monkeys: Obscene Fortune and Random Failure in Silicon Valley.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika ada karyawan wanita memakai rok terlalu pendek, mereka akan dimarahi. Kebijakan serupa kata Martinez tak berlaku bagi pegawai pria. Facebook memang telah lama ditengarai sebagai lingkungan kerja yang sexis dan pernyataan Martinez seakan menegaskan hal itu.
Suasana di salah satu sudut kantor Facebook |
Pegawai yang baru masuk kerja langsung didoktrin untuk mengikuti cara kerja Facebook. Sesudah diceramahi sekitar 20 menit, karyawan langsung 'diusir' dengan perkataan semacam "Just f*****g do it".
Banyak kata motivasi dipajang di kantor pusat Facebook di Menlo Park. Dari kalimat 'Pekerjaan Kita Tak Pernah Selesai', 'Perjalanan Ini baru Selesai 1%' sampai 'Lakukan Lebih Cepat'. Martinez mengklaim, pegawai diharapkan bekerja sampai 20 jam per hari dan makan di kafetaria yang menyediakan sarapan sampai makan malam.
Masih kata Martinez, Zuckerberg sangat terobsesi dengan kerahasiaan. Jika ada pegawai terindikasi membocorkan produk baru, Zuck akan mengirim email dengan subyek tolong resign.
Martinez bukan satu satunya mantan karyawan yang membocorkan budaya perusahaan Facebook. Dalam buku The Boy Kings: A Journey into the Heart of the Social Network yang ditulis mantan pegawai bernama Katherine Loose, kantor Facebook diklaim sangat sexis.
Mark Zuckerberg |
Menurut dia, pegawai wanita di Facebook kadang diperlakukan tidak pantas. Katherine juga membandingkan Zuckerberg dengan Napoleon karena dia menciptakan perusahaan di mana karyawannya seakan menyembahnya.
Pihak Facebook sendiri enggan berkomentar terhadap semua tudingan mantan karyawannya tersebut. Dan banyak pula yang mengganggap mereka hanyalah karyawan sakit hati yang menjelek-jelekkan mantan perusahaannya.
(fyk/ash)
Suasana di salah satu sudut kantor Facebook
Mark Zuckerberg