Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Seribu Startup Digital: Seribu Jalan, Satu Tujuan

Seribu Startup Digital: Seribu Jalan, Satu Tujuan


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Foto: Dok. Kibar Kreasi Indonesia
Jakarta - Seribu startup digital akhirnya resmi jadi gerakan nasional. Gerakan ini jelas harus ikut didukung oleh semua pihak yang ingin melihat Indonesia, di era digital saat ini, jadi lebih baik lagi di masa depan.

Itu sebabnya, program yang diinisiasi oleh Kibar Kreasi ini, mendapat dukungan penuh dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kibar pun mendapat hak ekslusif untuk maju membuka jalan.

Bukan tanpa pertimbangan. Menkominfo Rudiantara telah melihat rekam jejak Yansen Kamto cs dalam setahun terakhir. Yansen melalui Kibar, telah membuka 'jalan tol' untuk menghubungkan Indonesia dengan Silicon Valley.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenapa dengan Silicon Valley? Tak bisa dipungkiri, kawasan teknologi di California, Amerika Serikat ini telah terbukti melahirkan startup-startup yang akhirnya jadi perusahaan berkelas dunia. Mulai dari Google, Twitter, Facebook, dan masih banyak contohnya lagi.


Kibar pun belum lama ini telah berhasil menggandeng GSVlabs untuk menjadi mitra dalam menggodok seribu startup digital lokal yang terpilih. Bukan hanya untuk jadi pemain bisnis kelas nasional, tapi internasional.

"Presiden Joko Widodo punya visi menjadikan Indonesia menjadi bangsa ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara," kata Bung Kamto, panggilan akrab Yansen, saat bercerita tentang inisiatif The Digital Energy of Asia yang jadi landasan seribu startup digital ini.

Berbagai program pun telah disiapkan. Kata Yansen, untuk melahirkan seribu startup digital ini, strategi yang akan dijalankan adalah dengan mentoring dan pembinaan intensif melalui tahapan-tahapan sistematis di 10 kota pertama yang memiliki infrastruktur serta fondasi digital yang kuat.

Kemudian, dari peserta ignition tersebut akan dijaring 2.000 peserta yang layak untuk melanjutkan ke tahap workshop untuk diberikan pembekalan keahlian yang mereka butuhkan dalam membuat sebuah startup digital.

Berbekal ilmu dari workshop tersebut, seribu peserta akan melanjutkan ke tahap hackathon untuk menghasilkan prototipe produk dari ide solusi aplikasi. Setelah itu, 500 peserta akan memasuki tahap bootcamp, yang merupakan sesi mentoring mendalam untuk menyiapkan strategi peluncuran produk.

"Terakhir, 200 peserta terpilih akan diinkubasi selama kurang lebih tiga bulan di setiap kota per tahun, sehingga dalam lima tahun akan tercipta seribu startup digital," papar pria yang gemar bercelana pendek ini lebih lanjut.

Di bawah komando Yansen, gerakan seribu startup digital ini akan dilaksanakan di 10 kota mulai Juni 2016 ini hingga Maret 2017, yakni, Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Malang, Medan, Bali, Makassar, dan Pontianak.

Di masing-masing kota ini akan didirikan pusat inovasi sebagai titik kumpul komunitas teknologi, kreatif, dan budaya. Pusat inovasi ini juga menyediakan co-working space di mana semua pelaku dan kreator lokal dapat berkolaborasi menciptakan solusi bagi kebutuhan masyarakat setempat hingga berkembang menjadi solusi nasional.

Seribu Startup, Satu Misi: Indonesia yang Lebih Baik


Dalam catatan Yansen, industri digital di Indonesia punya potensi besar yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Saat ini ada sekitar 93,4 juta pengguna internet dan 71 juta pengguna perangkat telepon pintar di Indonesia.

Jelas, ini merupakan modal besar bagi Indonesia untuk mengembangkan e-commerce dan bisnis berbasis teknologi digital di Tanah Air. Volume bisnis e-commerce di Indonesia pun diprediksi akan mencapai USD 130 miliar dengan angka pertumbuhan per tahun sekitar 50%.

Di sisi lain, salah satu faktor pendukung yang menentukan kemajuan sebuah negara adalah jumlah entrepreneur. Hingga Maret 2016 lalu, jumlah entrepreneur di Indonesia baru mencapai 1,65% dari total penduduk.

Indonesia pun dinilai Yansen memiliki keberagaman budaya yang sangat kaya. Jika dipadukan dengan kekuatan teknologi digital, ini adalah modal besar untuk menghasilkan inovasi dan kreativitas yang begitu unik.

"Mari kita berhenti bermimpi dan menolak terbuai dengan potensi. Ini saatnya kita beraksi. Saya mengajak anak muda Indonesia bergerak untuk ikut menentukan arah bangsa di era ekonomi digital. Seribu startup, seribu jalan, tapi untuk satu tujuan, demi Indonesia yang lebih baik," pungkas Bung Kamto.



(rou/rou)
TAGS







Hide Ads
LIVE