Setelah menghadap kanan, robot bernama Flow itu mengangkat tangannya dengan sikap hendak memberikan bendera hitam putih tersebut kepada Intan. Intan pun maju menerima bendera. Dengan diterimanya bendera itu, Kontes Robot Indonesia (KRI) 2016 dibuka.
Flow adalah robot humanoid yang biasanya diikutkan dalam divisi kontes robot sepak bola. Namun robot ini berukuran cukup besar (teen size) atau setinggi anak kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KRI ini luar biasa. Penguasaan teknologi adalah bagian dari bela negara," ujar Intan kepada wartawan di sela-sela KRI 2016 di Supermall Surabaya Convention Center, Jumat (3/6/2016).
Intan melanjutkan, dalam hal penguasaan teknologi robot, nama Indonesia sudah dikenal di dunia. Keunggulan yang dipunyai menjadikan Indonesia memenangi kontes robot tingkat dunia.
"Ada kontes robot internasional tahun ini yang diikuti Indonesia yakni di Jerman dan Thailand," imbuhnya.
Penguasaan tenologi robot sendiri diharapkan tidak hanya berhenti di tingkat kontes. Namun dikembangkan lebih jauh lagi dan menjadi nyata dalam aplikasi sehari-hari.
"Kami ingin agar teknologi ini dikembangkan dalam industri dan pengaplikasian sehari-hari," ia menandaskan. (iwd/ash)