Menurut Richard Gingras, Head of Media Google, ini jelas ancaman bagi pengelola situs eksisting yang malas berbenah. Namun di sisi lain, ini justru jadi peluang bagi media baru di era kompetisi yang serba cepat ini.
"User akan meninggalkan sebuah situs jika konten tidak termuat dalam tiga detik," ujarnya saat berbincang dengan detikINET dan sejumlah media dari Asia saat ditemui di sela Google I/O 2016 di Mountain View, California.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itu pun dari desktop. Tapi sekarang di 2016, jumlah pengguna internet sudah menembus angka tiga miliar. Dengan mayoritas mengaksesnya lewat mobile, khususnya smartphone.
Smartphone jadi satu-satunya device yang seringkali kita tengok. Bukan TV atau komputer desktop dan laptop. Tiap beberapa saat dimana ada kesempatan, kita akan mengecek ponsel kita. Melihat notifikasi email atau apapun. Browsing pun lebih banyak lewat ponsel.
Di era internet serba cepat saat ini, sayangnya tidak semua negara bisa menikmati browsing cepat. Padahal inovasi konten di internet semakin kaya variasi. Tak cuma berbasis teks, tapi juga suara dan video. Interaktif multimedia.
![]() |
Pengguna internet pun memiliki kecenderungan untuk menelusuri konten di web melalui perangkat mobile, baik melalui ponsel maupun tablet di mana saja, kapan saja.
Sayangnya hingga saat ini, pengalaman mengakses konten di Internet lewat perangkat mobile masih belum memenuhi ekspektasi, terutama dalam hal kecepatan memuat laman.
Data yang dimiliki Google menunjukkan kalau netizen akan meninggalkan situs jika konten tidak termuat dalam tiga detik, yang kemudian menghambat netizen untuk menemukan informasi yang mereka butuhkan saat itu.
Hari ini, Google menampilkan cara terbaru untuk mengakses informasi dengan lebih cepat. Google resmi meluncurkan projek bernama Accelerated Mobile Pages (AMP) untuk memberi netizen pengalaman mengakses informasi dengan lebih cepat, mulus, dan hemat data.
Projek AMP ini bersifat open source dan pertama kali diumumkan secara global pada Oktober 2015 lalu. Dalam kurun waktu empat bulan, ratusan penerbit, perusahaan teknologi dan iklan telah bekerja bersama-sama untuk mengembangkan mobile web yang lebih baik bagi semua orang.
"Hasil awal dari AMP menunjukkan bahwa situs web yang diperkuat dengan AMP akan dimuat empat lebih cepat dan sepuluh kali lebih hemat data," pungkas Richard. (rou/ash)
