Hal itu diakui oleh orang nomor satu raksasa internet dunia itu saat berbincang dengan detikINET di sela Google I/O 2016, di Shoreline Amphiteatre, Mountain View, California, Amerika Serikat.
"Indonesia itu negara yang sangat menarik buat kami di Google, dan pembicaraan dengan Presiden Jokowi masih bisa kita lanjutkan ke tahap berikutnya," ujarnya sore ini saat menyempatkan diri mengunjungi Press Lounge I/O 2016.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Google, menurutnya, memang tengah giat mendorong para pengembang aplikasi untuk terus menciptakan inovasi -- seperti yang tengah mereka lakukan dalam ajang I/O tahun ini.
Selain itu, Google juga giat menghadirkan Launchpad Accelerator untuk membimbing para startup agar bisa tumbuh besar. Google pun juga ikut terjun ke bisnis modal ventura untuk menunjang pendanaan usaha rintisan digital.
"Itu sebabnya kami ingin melanjutkan pembahasan soal startup dan program ekonomi digital ini bersama presiden kalian dalam waktu dekat. Tunggu saja kelanjutan kabar dari kami," pungkas Sundar.
Dalam kunjungan Jokowi ke Silicon Valley beberapa bulan yang lalu, sang presiden memang sempat menemui Sundar di kantor Google. Sundar pun waktu itu mengenakan baju batik, khusus untuk menyambut kedatangan Jokowi.
Dalam pertemuan itu, Jokowi bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, sempat memaparkan visi Indonesia untuk menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan valuasi bisnis online dengan nilai transaksi USD 130 miliar.
Selain memaparkan program Indonesia untuk menjadi The Digital Energy of Asia, Jokowi juga membahas keinginan tentang program seribu startup yang diharapkan pada 2020 nanti bisa mencapai valuasi USD 10 miliar. Program ini pun ternyata mendapat respons positif dari Google. (rou/ash)