Dai Xiang, entrepreneur teknologi di Beijing yang baru saja mendirikan startup cloud computing BaishanCloud, belum lama ini membuka kantor. Salah satu hal pertama yang dilakukannya adalah memastikan ada 12 kasur yang bertebaran di area kantor.
"Di bidang teknologi, aktivitas otak banyak dilibatkan. Karyawan membutuhkan waktu untuk menemukan inspirasi. Area untuk beristirahat yang kami sediakan bukan hanya buat tidur di malam hari, siang hari juga oke," kata Dai yang detikINET kutip dari Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertumbuhan perusahaan internet China begitu cepatnya. Saya telah mendatangi Amerika Serikat dan lingkungan kompetitif di sana bahkan tidak seintens di China," kata Cui Meng, General Manager di startup data bernama Goopal.
Ia mengatakan, programmer di perusahaannya selalu bekerja lembur setiap hari. Agar tidak terlalu stres, mereka diizinkan tidur siang dan juga tidur malam di kantor. Bisa di kursi atau di sofa yang disediakan.
Beberapa perusahaan teknologi mengizinkan karyawan tinggal di kantor selama hari kerja. Lu Zhanyu yang bekerja di startup DouMiYouPin di Beijing misalnya, memilih tinggal di kantor dari hari Senin sampai Jumat. Baru saat weekend, dia pulang ke rumah.
Dari mandi, makan dan tidur semua dilakukannya di kantor. "Kami harus bangun setengah sembilan pagi karena karyawan yang lain mau datang," tutur Lu.
Meski dibayar lebih dan bisa menghemat karena tinggal di kantor, tetap ada konsekuensinya. Misalnya merindukan keluarga atau jadi jarang bersosialisasi. Banyak juga yang kesulitan punya pacar.
"Anak-anakku kadang merindukanku. Itulah yang membuatku sedikit merasa bersalah," kata salah seorang karyawan. (fyk/ash)