Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Nvidia Kebanjiran Pesanan Chip AI dari China: Tembus 2 Juta Chip

Nvidia Kebanjiran Pesanan Chip AI dari China: Tembus 2 Juta Chip


Anggoro Suryo - detikInet

CEO Nvidia Jensen Huang miliki properti mewah di San Francisco, Hawaii, dan Los Altos Hills. Begini wujud rumah manusia yang memiliki harta Rp 2.400 triliun.
Foto: dok. idesignarch
Jakarta -

Nvidia dilaporkan keteteran memenuhi lonjakan permintaan chip kecerdasan buatan (AI) dari perusahaan teknologi China, yang pesanannya mencapai 2 juta chip selama 2026.

Sumber-sumber yang mengetahui situasi tersebut menyebut Nvidia telah mendekati Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) untuk meningkatkan produksi chip H200, salah satu GPU AI andalan mereka, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (2/1/2026).

Permintaan dari China disebut sangat besar. Perusahaan-perusahaan teknologi di Negeri Tirai Bambu dikabarkan telah memesan lebih dari 2 juta unit chip H200 untuk pengiriman sepanjang 2026. Masalahnya, stok yang saat ini dimiliki Nvidia hanya sekitar 700 ribu unit, jauh dari cukup untuk menutup kebutuhan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum diketahui secara pasti berapa tambahan volume produksi yang diminta Nvidia kepada TSMC. Namun, salah satu sumber menyebut Nvidia telah meminta TSMC mulai memproduksi chip tambahan tersebut, dengan proses yang diperkirakan dimulai pada kuartal kedua 2026.

ADVERTISEMENT

Situasi ini memunculkan kekhawatiran baru soal potensi pengetatan pasokan chip AI global. Nvidia kini berada di posisi sulit, harus menyeimbangkan tingginya permintaan dari China dengan keterbatasan suplai untuk pasar lain, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya.

Risiko Nvidia juga tidak kecil. Hingga kini, otoritas China belum sepenuhnya memberikan lampu hijau untuk pengiriman chip H200. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump memang baru saja mengizinkan ekspor H200 ke China, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan regulator Beijing.

Dari sisi harga, Nvidia dikabarkan telah menetapkan varian H200 yang akan ditawarkan ke klien China dengan banderol sekitar USD 27.000 per chip. Untuk modul delapan chip, harganya diperkirakan mencapai 1,5 juta yuan, sedikit lebih mahal dibanding modul H20 yang sebelumnya dijual sekitar 1,2 juta yuan sebelum akhirnya diblokir.

Meski mahal, perusahaan internet China menilai harga tersebut masih menarik. Pasalnya, performa H200 disebut mencapai sekitar enam kali lipat dibanding H20, chip versi "downgrade" yang sebelumnya dirancang khusus untuk pasar China. Harga resmi ini juga diklaim sekitar 15% lebih murah dibandingkan unit yang beredar di pasar abu-abu.

Sebagian besar permintaan datang dari raksasa internet China yang tengah agresif memperluas infrastruktur AI mereka. ByteDance, misalnya, dikabarkan berencana mengalokasikan hingga 100 miliar yuan untuk membeli chip Nvidia sepanjang 2026, meningkat dari sekitar 85 miliar yuan pada 2025, jika penjualan H200 benar-benar disetujui.




(asj/asj)







Hide Ads